Cerita Warga Buruknya Proyek Rp 13,8 Miliar Milik BPJN IV Palu

banner 468x60

gNews.co.id – Sepertinya uang negara sebesar Rp 13,8 miliar lebih untuk proyek pembangunan infrastruktur hanya tempat untuk mengais keuntungan besar bagi mereka yang terlibat.

Mengapa tidak, anggaran belasan miliar itu menjadi pemandangan yang kurang baik ketika melintas di Desa Sikara, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala.

Besaran anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak berbanding lurus dengan kondisi pekerjaan di lapangan.

Rp 13,8 miliar uang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2022 lalu terindikasi tak digunakan sebagaimana mestinya.

Tim Media menemukan fakta saat investigasi di Desa Sikara, salah satu item proyek Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV Palu adalah saluran mortal.

Di mana, saluran mortal yang digarap oleh PT Panja Jaya Anugerah (PJA) sudah ambruk, padahal kurang lebih tiga bulan selesai dikerja.

Uang negara yang tak sedikit jumlah itu untuk paket proyek preservasi ruas Jalan Tompe-Pantoloan-Kebonsari Tahun Anggaran (TA) 2022.

Tepatnya, DIPA Rp 13,8 miliar tersebut digelontorkan pada tahun 2022 melalui Kementrian PUPR BPJN IV Palu Satuan Kerja wilayah II.

Sorotan pun muncul dari Basir, warga Desa Sikara yang tak puas hasil pekerjaan dari PT PJA.

Baca: Ada Masalah di Proyek Rp 156 Miliar? Kepala BPJN Bungkam

 

Saluran mortal yang ambruk di Desa Sikara Kabupaten Donggala | FOTO: MAHBUB

Komentar