Diduga Napi dari Negara Asalnya, Tokoh Muda Sulteng Ini Desak Pulangkan Semua TKA di PT GNI

banner 468x60

gNews.co.id – Salah seorang Tokoh Muda Sulteng, Alamsyah Palenga menduga Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) adalah Narapidana (Napi) dari Cina.

Mantan Ketua PW Ansor Sulawesi Tengah (Sulteng) mendesak agar PT GNI memulangkan seluruh TKA tersebut.

Desakan itu akibat dari bentrok yang diduga antara Tenaga Kerja Lokal (TKL) kontra Tenaga Kerja Asing (TKA) di industri nikel tersebut.

Ia ini meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) di Sulteng.

Kata dia, kerusuhan berujung hilang nyawa 2 orang di PT GNI Morowali Utara (Morut) berbuntut panjang.

Kuat keinginan untuk memulangkan semua TKA dan menggantinya dengan tenaga kerja Indonesia.

“Pulangkan tenaga kerja asing, pekerjakan 100 persen orang Indonesia,” tegas Alamsyah dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi gNews.co.id pada Senin (16/1/2023).

Menurutnya, ini adalah jalan keluar terbaik, karena tuntutan pekerja, semuanya berawal dari diskriminasi yang mereka dapatkan saat bekerja.

“Mulai dari perbedaan gaji antara TKA dan TKI di level yang sama, penerapan K3 yang sangat longgar, pola perekrutan pekerja yang tidak fair dan penerapan sangsi dan reward yang tidak benar,” katanya.

Beredar info yang luas di masyarakat bahwa sebagian pekerja asing tersebut adalah Napi di negaranya.

Baca: PT GNI Diduga Abai K3, Anwar Hafid: Membawa Kecelakaan, Kerusakan, dan Penderitaan Rakyat

Komentar