Ecocracy: Jawaban atas Kehancuran Sumber Daya Alam Indonesia

banner 468x60

Pernyataan Sikap Sarekat Hijau Indonesia Memperingati Hari Tani Nasional

By: Agussalim Faisal, SH

Menyikapi begitu banyak persoalan agraria di Indonesia saat ini, dan akumulasi dari  perlawanan rakyat untuk pengelolaan tanah mereka telah menimbulkan konflik agraria yang tak berkesudahan, justifikasi Negara dalam penyediaan tanah sebagai objek menjadi kisruh pada saat kepentingan modal mulai masuk ke Desa.

Desa yang awalnya menjadi wilayah kosong yang hanya sebagai tempat tumbuh, telah berubah menjadi ruang kelola massif yang diperebutkan oleh semua kelompok, terutama kelompok pemilik modal besar melalui intervensi modal dan kebijakan – kebijakan yang pro modal.

Karenanya rakyat, terutama di Desa menjadi objek semata dalam proses pembangunan ini, ruang kelola ekonomi mereka semakin menyempit dan akhirnya menyebabkan kemiskinan ekstrem serta menurunnya kualitas hidup dan kebahagiaan.

Tanggal 27 September 2022, Sarekat Hijau Indonesia memberikan penyataan sikap:

Baca: FETE DE LA MUSIQUE

Komentar