Konversi Motor Listrik di BRT, Rp 15 Jutaan Sudah Termasuk Urus Surat

banner 468x60

gNews.co.id – Dikenal sebagai produsen spare part motor berbau racing, Bintang Racing Team (BRT) coba merambah bisnis konversi motor listrik dengan Honda BeAT listrik jadi prototipe pertamanya.

Honda BeAT listrik hasil konversi ini dilengkapi sejumlah part yang dirancang sendiri oleh BRT, mulai dari dinamo, Electronic Control Unit (ECU), e-throttle body hingga sejumlah komponen elektrikal lainnya.

Komponen motor listrik seperti yang tersemat di Honda BeAT listrik garapan BRT tersebut, bisa dibeli konsumen dalam satu paket konversi.

Menurut Owner BRT, Tomy Huang, pihaknya baru akan melayani permintaan konversi motor listrik mulai pertengahan Desember 2022, lewat bengkel-bengkel rekanan yang tersebar di sejumlah daerah.

Sementara untuk estimasi biaya konversi motor listrik di BRT, mulai Rp 7,5 juta dan itu masih di luar pembelian baterainya.

“Biaya kit konversi kami Rp 7,5 juta untuk motor basic 110 cc dengan dinamo 2 kW, penjualan baterai terpisah. Tapi kalau pakai motor 3 kW hingga 5 kW, selisihnya nanti enggak akan jauh sekitar Rp 1 jutaan saja,” ujar Tomy saat ditemui Sumber.

Sementara itu Operation Manager & Project Leader Motor Listrik BRT, Desando, menyebutkan jika biaya tersebut belum termasuk pengurusan surat-surat kendaraan.

“Kalau biaya konversi motor listrik dengan basis motor 110 cc seperti Honda BeAT, Revo atau lainnya berikut dengan baterai dan pengurusan surat mencapai Rp 15 jutaan,”  jelas Desando saat dihubungi Sumber.

“Kalau urus biaya suratnya saja Rp 900 ribuan,” imbuhnya.Adapun untuk pengurusan dokumen motor hasil konversi hingga mendapatkan pelat nomor dengan strip biru, akan membutuhkan waktu selama tiga sampai empat hari.

Sekadar informasi, Honda BeAT listrik garapan BRT dilengkapi baterai 72 Volt 25 Ah yang diklaim mampu menempuh jarak 50-60 kilometer.

Untuk baterainya, BRT biasanya menggunakan model yang dipakai motor listrik Gesits atau brand baterai Birubatt.Honda BeAT listrik hasil konversi ini memiliki dua mode berkendara, yakni smooth dan powerful yang kabarnya akan terus dikembangkan oleh BRT.

Menariknya, pengerjaan konversi motor listrik di BRT yang bersifat plug and play ini hanya memakan waktu satu setengah jam hingga satu jam saja.

Ke depannya, BRT akan menambah beberapa riding mode.

Komentar