Momentum Kebangkitan Ekonomi Sulteng di Munas KAHMI

banner 468x60

gNews.co.id – Musyawarah Nasional (MUNAS) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 24-28 November 2022, telah melahirkan polemik terkait bantuan Pemerintah Provinsi Sulteng melalui APBD Perubahan.

Baca: Kritik Pedas Cicit Pendiri Alkhairaat soal Hibah Rp 14 Miliar APBD untuk Munas KAHMI

Menanggapi polemik itu, Ketua Panitia Nasional Munas XI KAHMI, Sabaruddin mengatakan perhelatan tersebut menjadi bagian dari konstribusi positif bagi bangsa, negara dan daerah.

“Pemilihan Kota Palu sebagai tuan rumah untuk event lima tahunan KAHMI telah dipertimbangkan secara matang, baik secara teknis maupun cita–cita besar atau niat besar untuk kepentingan Sulawesi Tengah,” Kata Sabaruddin yang juga Pengurus Majelis Nasional KAHMI itu.

Baca: Besok Mendagri ke Palu, Apa Agendanya? Sekdarpov Pimpin Rapat Persiapan

Menurut Sabaruddin, perhelatan Munas XI KAHMI membantu menggerakan  ekonomi di Kota Palu, karena peserta penuh Munas XI KAHMI yang akan hadir nanti hampir 2000 orang, ditambah panitia dan peserta penggembira sebanyak 6.000 hingga 10.000 para alumni HMI.

Artinya, dengan jumlah sebanyak itu pasti berdampak langsung terhadap transaksi dan putaran ekonomi di Kota Palu selama berlangsungnya Munas KAHMI.

Komentar