Langkah Strategis Gubernur Anwar Hafid Bela Warga Poboya Menambang: Usul Penciutan Area PT CPM ke Pemerintah Pusat

gNews.co.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk mengatur aktivitas pertambangan di wilayah Poboya, Kota Palu.

Langkah ini diambil untuk merespons aspirasi masyarakat dan mencari solusi berkelanjutan atas aktivitas pertambangan di daerah tersebut.

Pengumuman ini disampaikan Gubernur Anwar Hafid usai menghadiri Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng yang digelar di Makodam XIII Palaka Wira, Kamis (29/12026).

Rapat tersebut turut dihadiri Panglima Kodam XIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, dan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Endi Sutendi.

Dalam pernyataannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan dua usulan utama yang akan diajukan secara resmi kepada Pemerintah Pusat.

Pertama, Pemerintah Provinsi mengusulkan agar PT Citra Palu Minerals (CPM) menyempitkan sebagian area konsesinya untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, khususnya warga asli Poboya.

“Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat agar perusahaan CPM dapat menciutkan sebagian areanya untuk digunakan oleh masyarakat asli Poboya yang ada di Kota Palu ini,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.

Kedua, untuk solusi jangka pendek, diusulkan skema kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat.

“Untuk jangka pendek, kami mencoba untuk mengusulkan kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat,” jelas Gubernur Anwar Hafid.

Menurutnya, kemitraan ini dapat menjadi jalan tengah untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan langkah yang diambil berangkat dari aspirasi masyarakat.

“Ini solusi yang akan kita dukung sebagaimana yang menjadi aspirasi masyarakat dan akan kita sampaikan langsung kepada pemerintah pusat,” tandasnya.

Baca: Di Hadapan Pangdam PW dan Kapolda Sulteng, Sorot Tegas Gubernur Anwar Hafid soal Tambang Ilegal hingga Narkoba

Komentar