gNews.co.id – Akademisi Untad Palu Irwan Waris menyoroti perilaku sejumlah oknum pemimpin Parpol yang ditengarai hanya mengutamakan kepentingan materi dibanding kualitas calon kepala daerah.
“Berdosalah pemimpin Parpol yang hanya mengincar kantong calon pemimpin,” tegas Dosen Universitas Tadulako (Untad), Dr. Irwan Waris, Kamis (18/4/2024).
Sebab, kata Dia, Partai Politik (Parpol) seperti itu, pada akhirnya memberikan pemimpin yang menyengsarakan rakyat.
Sementara di lain sisi, rakyat mestinya selektif memilih pemimpin daerah yang punya kemampuan manajerial menatur daerah untuk kepentingan rakyat.
“Rakyat harus mau dan mampu memilah dan memilih pemimpin,” tandasnya.
Rakyat, lanjut Irwan Waris, dituntun untuk memilih pemimpin yang benar-benar berniat, mau, dan mampu membangun daerah, menyejahterakan mereka.
Hal itu sangat penting, artinya rakyat melihat dan memelototi atau mengawasi rekam jejak setiap calon pemimpin yg tampil saat kontestasi.
Dari situ, sebut dosen Fisip Untad ini, akan terlihat sang calon pemimpin yang pro rakyat atau tidak.
Tentu saja pemimpin yang royal ‘membeli’ suara rakyat, bukan pemimpin seperti yang dicari rakyat Sulteng.
“Pemimpin yang membeli popularitas dipastikan tidak mampu memimpin,” jelas Irwan Waris.
Seperti diketahui sejumlah tokoh tengah menyatakan maju sebagai kandidat Gubernur Sulteng, di antaranya Anwar Hafid berpasangan Reny A.Lamadjido, Rusdy Mastura sebagai petahana, Ahmad M Ali atau AA, dan Hidayat Lamakarate.
Mereka sudah mendaftar di beberapa Parpol, seperti di PKB, PKS, PAN, dan PDI Perjuangan yang sudah membuka pendaftaran bakal calon (Balon) kepala daerah di Sulteng.
Baca: Modus Kotor Satukan Gerbong Main Borong Parpol, Akademisi: Jangan Melulu Menggunakan Uang














Komentar