Head to Head Argentina vs Inggris: The Three Lions Lebih Unggul hingga Bayang-bayang Perang Malvinas

Inggris bereaksi keras. Perdana Menteri Margaret Thatcher langsung mengirimkan armada tugas angkatan laut (Naval Task Force) sejauh 13.000 kilometer ke Atlantik Selatan untuk merebut kembali kepulauan.

Pertempuran sengit terjadi di laut dan udara. Momen krusial terjadi saat kapal selam Inggris menenggelamkan kapal penjelajah Argentina, menewaskan lebih dari 323 orang.

Argentina membalas dengan jet tempur bersenjatakan rudal, yang berhasil menenggelamkan beberapa kapal perang Inggris di Atlantik Selatan.

Peperangan di berbagai front terus berlangsung, menguji taktik, amunisi, dan ketahanan kedua belah pihak.

Pada pertengahan Juni 1982, pasukan Inggris mendarat di pulau dan mengepung ibu kota. Pasukan Argentina yang terkurung kewalahan dan kekurangan persenjataan—hingga akhirnya menyerah tanpa syarat pada 14 Juni 1982 (Imperial War Museum).

Akhir Perang dan Dampaknya

Meski berlangsung singkat 74 hari perang ini memakan korban jiwa besar:

Pihak Korban Tewas
Argentina 655 prajurit
Inggris 255 prajurit
Sipil setempat 3 orang

Kekalahan memalukan bagi Argentina secara politik: rezim junta militer runtuh dan sistem demokrasi dikembalikan pada 1983. Sebaliknya, kemenangan memperkuat kekuasaan Inggris atas kepulauan dan dependensinya. Popularitas Margaret Thatcher melambung, membawanya terpilih kembali sebagai Perdana Menteri pada 1983.

Baca: Haaland dan Harald Takluk oleh Inggris: Bellingham Mimpi Buruk Pasukan Vikings

Komentar