Ia mengapresiasi kreativitas anak muda dengan analogi pendekatan Wali Songo.
“Seperti Sunan Kalijaga memakai wayang untuk dakwah, kita pun harus lihat ekspresi pop culture sebagai jembatan, bukan tembok,” tandas Abdul Karim.
Merah Putih Tetap di Atas Segalanya
Meski mendukung kebebasan berekspresi, Abdul Karim menekankan bahwa Merah Putih tetaplah simbol tertinggi.
“Berkreasi boleh, tapi jangan lupa kibarkan sang saka dengan bangga. Itulah pengingat bagi pemimpin untuk memenuhi tujuan bangsa,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan semangat nasionalisme hanya karena perbedaan cara mengekspresikannya.
“Nasionalisme harus menggugah, bukan menghakimi. Dialog antargenerasi kunci utamanya,” tegas Abdul Karim.








Komentar