Kualitas Matador Lebih Unggul dari Les Bleus? Berikut Kata Deschamps dan Pengamat Bola

gNews.co.id – Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps mengakui anak asuhnya tampil jauh dari performa terbaik saat menyerah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026.

Dilansir dari laman FIFA, Rabu, Deschamps menilai kekalahan tersebut tidak lepas dari penampilan Les Bleus yang berada di bawah standar. Menurutnya, timnya gagal menunjukkan kualitas yang selama ini menjadi kekuatan utama Prancis.

“Ini terutama kesalahan kami sendiri. Performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya yang seharusnya,” ujar Deschamps.

Ia juga menyoroti sejumlah kesalahan teknis yang dilakukan para pemainnya, terutama dalam distribusi bola, yang membuat Prancis kehilangan banyak peluang untuk mengancam gawang lawan.

“Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elite, meskipun hal itu menyakitkan,” katanya.

Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol setelah kalah 0-2 di Stadion AT&T, Arlington, Selasa waktu setempat. La Furia Roja memastikan tiket ke final berkat gol penalti Mikel Oyarzabal dan sontekan Pedro Porro.

Pelatih Perancis Didier Deschamps mengakui timnya kalah kelas saat menghadapi Timnas Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026.

Timnas Perancis harus mengubur mimpi tampil di final untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah ditaklukkan Spanyol dengan skor 0-2 di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Sedangkan, analis sepak bola Tajudin, menilai kekuatan utama Spanyol terletak pada organisasi permainan yang sangat disiplin.

Tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi penguasaan bola, membatasi peluang lawan, serta mampu memutus aliran serangan Prancis menuju Kylian Mbappé dan rekan-rekannya.

“Pegagalan lini tengah Prancis dalam mengimbangi kombinasi Rodri, Pedri, dan rekan-rekannya.

Akibatnya, Prancis kesulitan membangun serangan dari bawah dan lebih sering kehilangan bola sebelum memasuki sepertiga akhir lapangan.

Ketika penguasaan bola dikuasai Spanyol, para penyerang Prancis minim mendapatkan suplai umpan berbahaya,” ungkapnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Selain itu, Spanyol berhasil mengeksploitasi ruang di sisi pertahanan Prancis melalui pergerakan sayap dan bek yang rajin membantu serangan.

Gol-gol yang dicetak Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi bukti efektivitas strategi La Roja dalam memanfaatkan celah pertahanan lawan.

Tajudin, menilai Pelatih Timnas Prancis Deschamps terlambat melakukan perubahan taktik ketika Spanyol mulai mendominasi pertandingan.

Pergantian pemain tidak mampu mengubah ritme permainan karena Spanyol tetap tampil tenang dan disiplin hingga peluit akhir.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Prancis saat menghadapi Spanyol di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir.

Sebaliknya, kemenangan tersebut mengantarkan La Roja melaju ke final Piala Dunia 2026 dengan modal performa yang dinilai paling konsisten sepanjang turnamen.

Spanyol berhasil melangkah ke final setelah menang 2-0 atas Prancis pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di AT & T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Spanyol mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-20. Penalti itu diberikan setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal di kotak penalti.
Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor.

Tendangan Oyarzabal ke sisi kiri gawang Prancis tidak mampu dibendung oleh Maignan dan mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-22.

Prancis kemudian mendapatkan masalah pada menit ke-30. Bek tengah, William Saliba mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Posisi Saliba digantikan oleh Maxence Lacroix untuk berduet dengan Dayot Upamecano di jantung pertahanan.

Prancis coba mengancam gawang Spanyol pada menit ke-35. Tembakan dari luar kotak penalti dilepaskan oleh Bradley Barcola tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang Unai Simon.

Dua menit berselang, Spanyol nyaris memperbesar keunggulan setelah kerja sama apik yang dilakukan pemain-pemain di lini serang. Beruntung sontekan Fabian Ruiz setelah menerima operan Yamal bisa diblok oleh pemain belakang Prancis.

Prancis tak kunjung bisa mencetak gol balasan ke gawang Spanyol. Oyarzabal dan kawan-kawan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Prancis.

Peluang pertama didapat Spanyol pada awal babak kedua. Oyarzabal melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang masih berada di atas mistar gawang Prancis.

Ancaman coba dilakukan oleh Barcola pada menit ke-55. Ia melakukan tusukan ke kotak penalti tetapi pengawalan ketat Pedro Porro membuat Unai Simon bisa dengan mudah mengamankan bola.

Spanyol berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-58. Kerja sama apik dengan Dani Olmo dengan dingin diselesaikan Porro yang naik membantu serangan untuk menggetarkan gawang Maignan.

Tiga menit berselang, Spanyol kembali mampu menggetarkan gawang Prancis melalui Lamine Yamal. Namun, gol ini dianulir karena Yamal sudah lebih dulu dalam posisi offside sebelum gol terjadi.

Prancis terus dibuat kesulitan oleh Spanyol. Para penggawa Les Bleus kesulitan untuk keluar dari tekanan yang intens dilakukan oleh skuad La Furia Roja.

Baca: Head to Head Prancis vs Spanyol: Rekor Pertemuan hingga Matador Pernah Bantai Les Bleus 8-1

Komentar