Menabung Jadi Emas Dewi Warga Desa Koyoan Permai Kian Tertarik Tabungan Emas di BSI KC Luwuk

gNews.co.id – Di tengah ketidakpastian perekonomian global dan fluktuasi nilai mata uang, kebutuhan masyarakat terhadap instrumen keuangan yang mampu menjaga nilai kekayaan jangka panjang terus meningkat.

Salah satu pilihan investasi yang kini semakin diminati adalah Tabungan Emas Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui Kantor Cabang (KC) Luwuk terus mengajak masyarakat Kabupaten Banggai untuk memanfaatkan Tabungan Emas BSI sebagai solusi investasi yang aman, praktis, dan terjangkau.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Siti Aisyah, Pawning Appraisal BSI KC Luwuk, saat ditemui di kantornya, Jumat (23/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mulai menabung emas melalui produk BSI Gold, khususnya dengan memanfaatkan fitur Cicil Emas pada aplikasi BYOND by BSI.

Dengan tabungan emas, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan masa depan menggunakan harga emas hari ini dengan cara yang sederhana dan aman,” ujar Siti Aisyah.

Lanjut Ia juga menambahkan, layanan BSI Cicil Emas kini dapat diakses setiap hari, termasuk hari libur, melalui aplikasi BYOND by BSI mulai pukul 04.00 hingga 21.00 WIB, sehingga memudahkan nasabah bertransaksi kapan saja dan di mana saja.

Salah satu nasabah, Dewi Qomariah, warga Desa Koyoan Permai, Kecamatan Nambo, mengaku tertarik membuka rekening Tabungan Emas BSI di BSI KC Luwuk karena sistemnya yang transparan dan minim potongan.

Menabung di BSI itu uang kita bisa membuahkan emas. Saya juga tidak takut ada potongan, karena hanya ada biaya di awal pengurusan, setelah itu tidak ada lagi potongan,” ungkap Dewi.

Sebagai warga koyoan permai ia mengaku membuka Tabungan Emas BSI dengan modal awal sebesar Rp150.000. Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Customer Service BSI Luwuk, Rahma, dirinya semakin yakin memilih tabungan emas sebagai instrumen investasi.

Dari saldo awal, saya sudah memiliki sekitar 0,04 gram emas. Keuntungannya terasa karena setelah setoran awal, tidak ada lagi potongan saldo,” jelasnya.

Ia berharap program Tabungan Emas BSI dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat kabupaten banggai dan khusus warga Desa Koyoan Permai, karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpan uang tunai tanpa investasi.

Sementara itu, petugas Customer Service (CS) BSI Luwuk Rahma, dalam penjelasannya bahwa Tabungan Emas BSI berbeda dengan tabungan konvensional. Saldo nasabah secara otomatis dikonversi ke dalam satuan gram emas dan dapat dipantau setiap hari melalui aplikasi.

Minimal menabung cukup Rp50.000, saldo langsung dikonversi menjadi gram emas. Ketika harga emas naik, nilai rupiahnya ikut naik meskipun gramasinya tetap,” terangnya.

Selain sebagai sarana investasi jangka menengah hingga panjang, Siti Aisyah menambahkan bahwa Tabungan Emas BSI juga bersifat fleksibel karena dapat dicairkan melalui mekanisme buyback apabila nasabah membutuhkan dana mendesak.

Melalui produk BSI Emas, Bank Syariah Indonesia menghadirkan layanan tabungan emas yang dikelola secara profesional, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Produk ini diharapkan mampu membantu masyarakat Banggai dalam merencanakan masa depan keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen layanan, BSI juga menyediakan fitur sedekah dan donasi melalui aplikasi BYOND by BSI, sehingga nasabah dapat menyeimbangkan perencanaan keuangan dengan kepedulian sosial.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut, BSI KC Luwuk membuka layanan langsung di Jl. Urip Sumoharjo No.18C dan 18D, serta melalui nomor telepon (0461) 21214, 22779, dan WhatsApp 0811 8671 544.
(DQ74)

Komentar