gNews.co.id,- Tidak semua juara lahir dari kemewahan. Sebagian justru ditempa oleh keterbatasan, air mata, dan pengorbanan yang nyaris tak pernah terlihat. Kisah itulah yang melekat pada sosok Fitra Hadikusumah Wardhana, atlet binaraga asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Di balik tubuh kekarnya yang berkali-kali berdiri gagah di podium juara, tersimpan cerita perjuangan yang begitu menyayat hati.
Demi mengejar prestasi, Fitra harus mengumpulkan uang receh dari hasil jerih payahnya sendiri untuk membiayai latihan, memenuhi kebutuhan gizi, hingga membeli tiket keberangkatan mengikuti kejuaraan.
Tak sedikit orang yang hanya melihat kilau medali di dadanya. Namun, hampir tak ada yang mengetahui perjuangan panjang yang harus ia lalui sebelum berdiri di podium kemenangan.
Kisah perjuangan Fitra yang sebelumnya diberitakan media gNews.co.id ini rupanya sampai ke telinga Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid.
Saat menghadiri penutupan Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur di Kabupaten Banggai, Kamis (6/8/2026), Gubernur secara khusus meminta Fitra menemuinya usai melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Luwuk.
Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, Fitra menceritakan seluruh perjalanan hidupnya sebagai atlet. Ia mengaku hampir seluruh biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan ditanggung dari kantong pribadinya.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, ia hanya bisa berangkat berkat bantuan sahabat dan orang-orang yang peduli terhadap perjuangannya.
Orang hanya melihat saya berdiri di atas podium menerima piala. Tapi tidak banyak yang tahu bagaimana beratnya menjaga pola makan, latihan, dan memenuhi biaya menuju pertandingan,” tutur Fitra.
Pengakuan itu menjadi potret nyata bahwa menjadi atlet binaraga bukan hanya soal disiplin berlatih, tetapi juga perjuangan memenuhi kebutuhan nutrisi yang membutuhkan biaya besar.
Fitra juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi merasakan dukungan sebagaimana yang diharapkan dari cabang olahraga yang pernah menaunginya.
Penghargaan yang diterima selama ini lebih banyak berupa piagam, sementara kebutuhan seorang atlet untuk terus berprestasi jauh lebih besar.
Mendengar kisah tersebut, Gubernur Anwar Hafid tampak tersentuh. Ia menegaskan bahwa atlet yang telah mengharumkan nama Sulawesi Tengah tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian.
Perhatian itu semakin besar karena pada 20 Agustus 2026, Fitra dijadwalkan kembali tampil mewakili Indonesia dalam kejuaraan binaraga internasional di Malaysia.
Kalau mau berangkat ke Malaysia, datang menghadap saya dulu,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Kalimat singkat itu menjadi secercah harapan bagi Fitra. Setelah bertahun-tahun berjuang dalam keterbatasan, akhirnya ada perhatian langsung dari orang nomor satu di Sulawesi Tengah terhadap perjuangannya.
Dukungan juga datang dari Kepala BSI Cabang Luwuk, Agus Muhammad Zainudin. Ia mengaku bangga atas prestasi Fitra yang kini telah bergabung dalam klub olahraga BSI Pusat.
Menurut Agus, manajemen BSI akan terus memberikan motivasi dan dukungan agar Fitra mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi hingga level internasional.
Fitra adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi juara. Semangat dan kerja kerasnya layak menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Perjalanan Fitra menjadi pengingat bahwa setiap medali yang tergantung di leher seorang atlet sesungguhnya menyimpan cerita panjang tentang pengorbanan, disiplin, rasa lapar, kelelahan, hingga perjuangan mencari biaya demi membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung dunia.
Kini, masyarakat Banggai menaruh harapan besar agar keberangkatan Fitra menuju Malaysia tidak lagi dibayangi persoalan biaya. Sebab, seorang atlet yang telah mengharumkan nama daerah, provinsi, bahkan Indonesia, layak mendapatkan dukungan nyata.
Semoga langkah Fitra di Malaysia nanti bukan hanya menghadirkan medali, tetapi juga mengibarkan Sang Merah Putih di podium tertinggi sebagai bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari perjuangan yang dimulai dengan uang receh.(DQ74).








Komentar