Meski Hadapi Buana Nambo Zayan Mokoagow Kiper Ippot Tapa Berdarah Luwuk Tuai Pujian Pelatih Bagong

gNews.co.id – Sekolah Sepak Bola (SSB) Buana Nambo U12 kembali menunjukkan performa impresif dalam rangkaian pertandingan sepak bola persahabatan yang digelar di Provinsi Gorontalo, Selasa (28/01/2026).

Pada hari kedua uji tanding, tim asal Nambo tersebut sukses meraih dua kemenangan meyakinkan atas lawan-lawannya.

Laga pertama mempertemukan SSB Buana Nambo U12 dengan SSB Ippot Tapa U12 di Lapangan Ippot Tapa, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Pertandingan berlangsung ketat dan penuh semangat sportivitas. Meski kedua tim saling jual beli serangan, SSB Buana Nambo akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.

Laga ini terasa istimewa karena salah satu pemain SSB Ippot Tapa, yang juga berposisi sebagai penjaga gawang, yakni Zayan Mokoagow, diketahui memiliki darah Nambo.

Zayan lahir dan besar di Gorontalo, namun masih memiliki ikatan keluarga dengan Nambo.

Menurut pelatihnya, Zayan dikenal sebagai anak yang penurut, disiplin, dan selalu mendengar arahan pelatih.

Meski timnya harus mengakui keunggulan lawan, Zayan dinilai memiliki bakat, mental kuat, serta potensi besar untuk berkembang sebagai penjaga gawang andal di masa depan.

Pada pertandingan kedua, SSB Buana Nambo kembali menunjukkan dominasi saat menghadapi SSB Bina Taruna Kota Gorontalo.

Tampil solid dan agresif, tim asuhan pelatih Bagong tersebut sukses menang telak dengan skor 7-0.

Rangkaian pertandingan persahabatan ini berlangsung sejak pukul 15.00 WITA hingga 19.00 WITA, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para pemain SSB Buana Nambo yang harus bertanding dari sore hingga malam hari.

Pertandingan dipimpin oleh wasit berpengalaman Ishak Nusi, yang dikenal profesional dalam memimpin laga usia dini serta aktif memberikan arahan dan edukasi kepada para pemain di lapangan.

Pelatih sekaligus Ketua Umum SSB Ippot Tapa, Roni Yaya, mengatakan bahwa pertandingan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwilayah sekaligus meningkatkan mental dan jam terbang pemain usia dini.

Pertandingan ini bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana anak-anak belajar, membangun mental, dan menjalin persaudaraan,” ujar Roni.

Ia juga menyebutkan bahwa SSB Ippot Tapa berdiri sejak 2022, sementara induk klub IPOT Tapa telah eksis sejak 1937.

Manager SSB Ippot Tapa, Adnan, menilai bahwa secara permainan, kekompakan tim, dan kualitas individu, SSB Buana Nambo masih berada di atas.

Namun ia menekankan pentingnya peningkatan latihan bagi anak asuhnya ke depan.

Yang paling terlihat setelah pertandingan adalah persaudaraan mereka. Itu yang paling penting. Soal teknik dan fisik, semua masih harus terus dibenahi,” kata Adnan.

Sementara itu, Pelatih SSB Buana Nambo, Bagong, mengungkapkan rasa syukur atas hasil positif yang diraih timnya.

Menurutnya, kemenangan ini merupakan hasil dari progres latihan dan penerapan skema permainan yang terus diasah.

Alhamdulillah anak-anak sudah mulai menjalankan instruksi dengan baik. Tapi kalah dan menang itu hal biasa, kami tidak boleh cepat puas karena masih banyak kekurangan yang harus dibenahi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Manager SSB Buana Nambo, Hadiwiyono, yang mengingatkan para pemain agar tidak larut dalam euforia kemenangan.

Ini baru langkah awal. Perjalanan masih panjang. Anak-anak harus terus berlatih, disiplin, dan tetap rendah hati. Semua pemain wajib mengikuti latihan rutin, jika tidak akan ada sanksi dari pelatih,” pungkasnya.(DQ74)

Komentar