Rizal menambahkan, sebelum proyek PT Jatsuka berlangsung, pipa PDAM jarang mengalami kebocoran.
Ia mencontohkan kondisi di Jalan Maleo, di mana kebocoran terjadi akibat pipa pelanggan yang tidak aktif dipotong dan hanya ditutup seadanya oleh pihak kontraktor.
“Logikanya, apakah sebelum ada pekerjaan mereka, pipa PDAM bocornya sebanyak ini? Tentu tidak. Tim kami di lapangan sampai kewalahan menangani kebocoran yang tiba-tiba muncul,” tegas Rizal.
Latar Belakang Proyek
Proyek perpipaan di Kota Palu ini merupakan bagian dari pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp46 miliar, proyek yang bersumber dari dana pinjaman Bank Dunia (LOAN) untuk tahun anggaran 2023-2024 ini dikerjakan oleh PT Jatsuka-Tirta Mandiri sebagai kontraktor pelaksana dalam bentuk KSO.
Hingga berita ini diturunkan, tim media belum mendapat informasi soal koordinasi antara kedua pihak untuk menyelesaikan akar masalah dan memperbaiki kerusakan yang terjadi masih dinantikan, guna memulihkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Kota Palu.









Komentar