Polda Sulteng dan Untad Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Segel Sinergi Akademisi dan Praktisi Keamanan

gNews.co.id – Tindak lanjut kesepakatan bersama antara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) dan Universitas Tadulako (Untad) resmi memasuki babak baru.

Setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol. Endi Sutendi dan Rektor Untad Prof. Amar, kedua institusi kini membentuk Pusat Studi Kepolisian di lingkungan kampus Untad.

Langkah strategis ini semakin dikukuhkan melalui pertemuan kerja pada Selasa (21/4/2026) antara Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Untad, Dr. Lukman Nadjamuddin, dengan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng, Kombes Pol. Sirajuddin Ramly, yang dipercaya sebagai Koordinator Pusat Studi Kepolisian (Kaposko) Untad.

Pertemuan yang berlangsung di kampus Untad tersebut bertujuan merumuskan langkah strategis dan taktis guna mengoptimalkan peran pusat studi yang baru terbentuk.

Hasilnya, dalam waktu dekat akan digelar Forum Group Discussion (FGD) dan Seminar dengan tema besar: “Kultur Polri dalam Pelaksanaan Tugas Pokok.”

Kombes Pol. Sirajuddin Ramly menjelaskan bahwa kehadiran Pusat Studi Kepolisian di perguruan tinggi memiliki setidaknya empat fungsi strategis:

1. Pengembangan Ilmu Kepolisian: Menjadi pusat riset dan kajian ilmiah untuk memecahkan masalah kejahatan, penegakan hukum, serta keteraturan sosial secara akademik.

2. Sinergi Akademik-Praktisi: Menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan kepolisian guna meningkatkan kompetensi personel, terutama dalam etika, komunikasi publik, dan manajemen konflik.

3. Produksi Kebijakan Strategis: Menghasilkan kajian, rekomendasi, dan solusi analisis kebijakan berbasis data (evidence-based policing) bagi institusi Polri.

4. Inovasi Teknologi dan Keamanan: Bertindak sebagai wadah pemikir (think tank) untuk mengintegrasikan teknologi informasi dalam operasional Polri di era masyarakat 5.0.

“Dengan pusat studi ini, kami berharap tidak ada lagi sekat antara akademisi dan praktisi kepolisian. Semua bisa bekerja sama membangun sistem keamanan yang modern, humanis, dan berbasis ilmiah,” ujar Sirajuddin Ramly.

Baca: Ditbinmas Polda Sulteng Silaturahmi dan Pererat Hubungan dengan Tokoh Agama

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar