PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro! Merawat Kebangsaan dan Demokrasi

gNews.co.idPWI kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik
Indonesia.

Melalui siaran pers Persatuan Wartawan Indonesi (PWI), kali ini bertema ‘Merawat Kebangsaan dan Demokrasi‘ dengan hadiah Rp35 juta. Tema ini diangkat dari kutipan Adinegoro pada 1953.

Menurut Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, pada era 1950-an, pionir jurnalistik di Indonesia yang bernama lengkap Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan sudah menulis pentingnya merawat Budaya dan Demokrasi.

“Tema tersebut sangat relevan dengan persoalan bangsa hingga kini,“ ujar Atal S Depari.

Namun, kata Atal, Merawat Kebangsaan dan Demokrasi jangan diartikan selalu berkaitan dengan politik.

“Seorang jurnalis bisa menjadikan tema besar tersebut dari segala sisi kehidupan. Bisa juga dikaitkan dengan bidang lain, termasuk juga budaya dan human interest,“ ujar Atal S Depari.

Ia juga mengatakan, Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang diadakan setiap tahun oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini, sangat relevan untuk ikut menjaga kualitas karya jurnalistik.

Kategori

Terdapat tujuh kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro 

1.Liputan Berkedalaman (indepth reporting) untuk media cetak (AA1)

2.Liputan Berkedalaman (indepth reporting) untuk media siber (AA2)

3.Liputan Berkedalaman (indepth reporting) untuk media televisi (AA3)

4.Liputan Berkedalaman (indepth reporting) untuk media radio (AA4)

5.Karya Foto Jurnalistik untuk Media Cetak dan Media Siber (AA5)

6.Karya Karikatur Opini untuk Media Cetak dan  Media Siber (AA6)

7.Karya Jurnalistik Video Media Sosial (AA7).

Sebagai catatan, panitia menekankan, karya indepth reporting atau liputan berkedalaman baik media cetak, media siber, media televisi, media radio, maupun video media sosial tidak bersambung/tidak berseri.

Baca: Meteri Uji UKW PWI Direvisi

Komentar