gNews.co.id – Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Anna Fatima Zukhra, S.E., M.M., kembali menjaring aspirasi masyarakat melalui reses caturwulan II masa persidangan tahun 2026, Selasa 18/8/26.
Kegiatan yang berlangsung di Hunian Tetap (Huntap) Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dihadiri masyarakat yang ingin menyampaikan sejumlah persoalan pascabencana, terutama terkait ketersediaan air, pengairan sawah, hingga kondisi perekonomian warga.
Saat membuka reses, Anna Fatima menyampaikan permohonan maaf karena masih terdapat sejumlah aspirasi masyarakat dari tahun sebelumnya yang belum dapat direalisasikan.
“Terimakasih untuk kehadiran seluruh masyarakat huntap petobo untuk kegiatan reses ke II saya. Dan saya juga meminta maaf apa bila masih ada aspirasi masyarakat ditahun kemarin yang belum terealisasi, seperti yang dari tatanga minta sapi cuma karena efesiensi anggaran makanya kita pending. Karena bapak walikota sekarang mengutamakan infrastruktur. Jalan dan drainase jadi kita mengikuti beliau. Tapi kalau ada yang bisa saya bantu, saya akan realisasikan ke dinas. Dan saya akan jaga terus terkait seluruh aspirasi dari masyarakat, karena masih banyak hutang kepada masyarakat yang belum terealisasi karena efesiensi jadi harap maklum,” ujar Anna.
Sementara itu, Ketua RT 006/RW 001, Iwan Herawan, mengatakan masih terdapat berbagai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian di Huntap Petobo setelah bencana.
Ia mempersilakan warga menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk masalah air dan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, kondisi hunian memang sudah cukup baik, tetapi perekonomian warga masih belum sepenuhnya pulih.
“Pasca bencana ini masih banyak terdapat kekurangan kekurangan di huntap petobo. Jadi, bagi masyarakat yang ingin menyampaikan segala persoalan termasuk air, boleh. Siapa yang biasa curhatnya digroup atau dimedia media lain, kebetulan didepan kita telah hadir seorang anggota DPRD kota palu, boleh kita menyampaikan aspirasi kita untuk membantu mengembangkan perekonomian. karena kita yakin pasca bencana ekonomi dan pendapatan kita yang ada dihuntap ini sangat dan amat tidak stabil.
kalau untuk hunian Alhamdulillah kelihatanya megah tapi ekonomi kita memang sangat tertinggal dari daerah lain,” kata Iwan.
Aspirasi lainnya disampaikan warga bernama Azis. Ia menyoroti persoalan distribusi air yang masih mengalami gangguan dan berharap adanya solusi agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi setiap hari.
Selain itu, Azis meminta perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya pengairan sawah yang hingga kini masih mengalami kerusakan.
“Kami warga huntap petobo ingin menyampaikan bahwa persoalan air masih jadi masalah dan terkadang macet. Sementara air dibutuhkan tiap hari, barangkali ada solusi dari ibu buat kami.
Kemudian mengenai pertanian, seperti pernah tahun kemarin saya pernah menyampaikan bahwa untuk pengadaan alat pertanian, cuma sekarang belum bermohon. Jadi yang kami harapkan sekarang untuk yang utama itu soal pengairan dulu. Karena sampai hari ini kita punya lokasi sawah masih rusak, barangkali ada solusi dari ibu,” ujar Azis.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anna mengatakan persoalan air di Huntap Petobo bukan kali pertama disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses. Ia berkomitmen mengupayakan solusi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk air memang tahun sebelumnya saya reses keluhannya soal itu.
cuma memang ditahun ini saya maunya realisasikan dan saya Carikan dana bagaimanapun caranya. Tapi sempat saya tanya kemarin, jawaban masyarakat baik baik saja. Cuma karena hari ini ada keluhan lagi soal air ya saya akan usahakan.
Kebetulan saya mitra komisinya dengan avo dan PDAM dan nanti saya kordinasikan dengan mereka agar bagaimanapun caranya air bisa masuk ke huntap petobo,” jelasnya.
Selain mengupayakan koordinasi dengan PDAM dan pihak terkait, Anna juga menyampaikan rencana alternatif berupa pembangunan sumur bor yang dilengkapi penampungan air.
“Saya juga punya rencana ingin mengadakan sumur bor cuma saya mesti kordinasikan dulu sama RTnya. Sebelum adanya PDAM memang tujuan saya seperti itu. Biar kita buatkan penampungan air sumur bor,” pungkasnya. (*)














Komentar