Sekolah Rp 37, 41 Miliar Dinilai tak Layak, Kepsek dan Guru Berencana Demo BP2W Sulteng

banner 468x60

“Kita berencana mau demo ke balai untuk mempertanyakan pekerjaan sekolah kami ini,”

gNews.co.id – Proyek pembangunan 19 sekolah di Kota Palu dan Kabupaten Sigi dengan nama pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab – Rekon) Fasilitias Pendidikan Dasar Fase 1B, seharusnya sudah selesai dikerjakan dan diserahkan kepada pihak sekolah masing – masing untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran para peserta didik.

Namun fakannya, proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Prasaran Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah Kementrian PUPR bernilai puluhan miliaran itu belum semuanya rampung dikerja.

Dengan nilai proyek sebesar Rp 37,41 miliar yang dikerjakan oleh PT. Sentra Multikarya Infrastruktur (SMI) bernomor kontrak HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOP.II/02/2020, mulai 5 Juni 2020 dengan konsultan proyek TMC CERC PT. Yodya Karya.

Jika dihitung mundur dari tanggal kontrak 5 Juni 2020 hingga saat ini 10 Oktober 2022, berarti proyek ini sudah berlangsung selama 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan. Sebuah pekerjaan proyek rehab rekon yang terbilang lama.

Dari papan pengumuman proyek diketahui 19 sekolah yang dibangun itu, yakni MTs Alkhairaat Bobo, MTsS Alhasanaat Kaleke, MTsS Alkhairaat Balamoa, MIS Alkhairaat Bangga, MTs Nidatul Khairaat Pombewe, SD Islam Terpadu Insan Gemilang, RA Darul Iman, SD Inpres Buluri, SD Swasta Al Akbar, MTsS Walisongo Palu, SD Islam Iqra Petobo, SDN 1 Petobo, SDN 2 Petobo, SDN Inpres Petobo, SMKS Justitia, TK Annisaul Khairaat, TK KT Bamba, TK Nosarara dan MTsN 3 Kota Palu.

Hasil investigasi tim Konsorsium Media Sulteng di sejumlah lokasi pembangunan sekolah, terdapat masalah dari proyek Rp 37,41 miliar tersebut.

Tim investigasi yang mengroscek, pertama pekerjaan di MTsN 3 Kota Palu di Kelurahan Petobo, menemukan beberapa fasilitas yang dikerjakan sudah rusak, seperti gagang pintu padahal belum lama dipasang, plafon yang tidak selesai dipasang, serta dua gedung laboratorium belum rampung 100 persen.

Tim media berlanjut ke pekerjaan di SDN Inpres Petobo, SDN 1 Petobo, dan SDN 2 Petobo yang kebetulan berada di satu titik lokasi.

Di lokasi ini, Tim Investigasi menemukan sejumlah intem pekerjaan juga belum rampung seperti di SDN 1 Petobo terdapat akses tangga untuk disabilitas namun tak dipasang besi pegangan, begitu juga paving block halaman juga tidak terpasang plus atas bangunan sudah ada yang copot.

Kondisi serupa juga terlihat di SDN 2 Petobo yang juga tidak ada besi pegangan untuk akses tangga disabilitas serta paving juga belum tepasang semuanya.

Pintu ruang kelas MTs Alhasanaat Kaleke di atasnya tak dicor hanya pakai kalsiboard

Komentar