Ia juga menyinggung adanya tudingan bahwa NasDem tidak berkomitmen terhadap jargon partai serta tidak menghargai kontribusi Ahmad Ali.
“Nah, kalau mau ditanya, ini kan sebenarnya, elit partai ada di Swadaya kan (kediaman Ahmad Ali-Nilam Sari Lawira),” ujar Kimun sapaan karib Muslimun, Selasa (29/9/2026).
Muslimun mengatakan, persoalan itu merupakan urusan elite partai yang tidak diketahui secara rinci oleh kader atau pengurus di tingkat bawah.
“Kalau kitorang (kami) ini prajurit, mana kita tahu mekanisme soal itu. Ada mamanya (Nilam Sari) sebagai ketua partai, ada bapaknya bekas ketua harian, di NasDem. Waketum waktu itu. Ini sebenarnya urusan elite. Kami di bawah tidak tahu,” tandasnya.
Ia meminta tudingan-tudingan tersebut dikonfirmasi kepada elite partai atau DPP NasDem.
Ia mengaku terkejut setelah membaca tudingan tersebut dan menilai persoalan itu semestinya diarahkan kepada DPP, bukan kepada pengurus yang tidak berada dalam struktur tersebut.
“Kalau Nugi mending itu, ya, bisa jadi. Kenapa? Karena dia yang merasakan kan. Dan itu sebenarnya urusan elit ini,” jelas Kimun.
Untuk mengetahui mekanisme pengunduran diri Nugi, ia menyarankan menghubungi Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Palu.
Baca: Menuju Puncak HUT ke 14 Partai NasDem, DPD NasDem Kota Palu Gelar Lomba Karaoke














Komentar