gNews.co.id – Muhammad Anugrah Pratama menyatakan telah keluar dari Partai NasDem dan memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan karier politiknya serta menilai adanya ketidaksesuaian antara jargon politik tanpa mahar yang disampaikan NasDem dan praktik yang ia rasakan setelah berada di dalam partai.
“NasDem sebenarnya dari awal jargonnya partai tanpa mahar. Setelah saya masuk di dalam, tidak sesuai,” ungka Muhammad Anugrah Pratama dalam keterangannya saat konferensi pers, Selasa (29/9/2026)
Ia menyebut dokumen pengunduran diri atau perpindahan tersebut ditandatangani pada 5 Agustus. Meski demikian, keinginan untuk meninggalkan NasDem telah muncul sebelum dokumen itu ditandatangani.
Muhammad Anugrah Pratama mengatakan, salah satu pertimbangan terbesarnya berkaitan dengan posisi sang ayah, Ahmad Ali yang dinilai tidak lagi mendapatkan penghargaan dari partai.
Ahmad Ali disebut telah mengurus NasDem selama sekitar 11 tahun dan pernah maju dalam Pilkada 2025.
“Bapak saya sudah tidak dihargai. Itu sangat fatal menurut saya, karena beliau sudah banyak sekali berkorban,” katanya.
Di PSI, Nugi sapaan karib Muhammad Anugrah Pratama mengaku ingin melanjutkan pekerjaan yang belum selesai sekaligus ikut mendorong kemajuan masyarakat Palu.
Ia menilai PSI memiliki potensi berkembang karena ditopang sumber daya dan jejaring, terutama di kalangan anak muda.Pihak PSI menyebut Nugi telah diajak masuk ke jajaran pimpinan partai.
Akan tetapi, posisi yang akan ditempatinya belum diumumkan secara resmi. PSI juga menilai Muhammad Anugerah Pratama memiliki modal politik yang kuat.
Ia disebut sebagai pendatang baru pada Pemilu Legislatif 2024 yang memperoleh suara terbanyak serta memiliki jejaring yang baik di kalangan anak muda.
“Beliau punya jejaring yang bagus, terutama di kalangan anak muda. Itu sebabnya kami langsung meminang beliau,” kata pihak PSI.
Terkait komunikasi dengan NasDem, pihak PSI menyatakan telah mengirimkan surat resmi dan proses administrasinya masih berjalan.
Nugi juga disebut telah menyampaikan langsung pilihannya kepada Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng), Nilam Sari Lawira yang merupakan ibunya. Menurut keterangan dalam rekaman, keputusan tersebut telah diterima oleh pihak keluarga.
“Pandangan politik masing-masing berbeda. Di keluarga kami juga begitu. Politik kami anggap sebagai pekerjaan, ketika di rumah, kami tidak lagi membicarakannya,” katanya.
PSI menyatakan telah menyiapkan agenda politik untuk Nugi, termasuk menghadapi agenda pemilu legislatif dan pilkada mendatang. Namun, rincian target dan peran yang akan dijalankan masih akan disampaikan kemudian.
Sementara, salah seorang pengurus DPW NasDem Sulteng, Muslimum yang dikonfirmasi via telepon aplikasi WatsApp enggan menanggapi lebih tudingan Nugi.
Muslimun menyarankan agar informasi mengenai alasan Nugi mundur dan mekanismenya dikonfirmasi kepada Sekretaris DPD NasDem Kota. Menurutnya, pihak tersebut yang mengetahui prosedur dan surat-menyurat terkait pengunduran diri.
Baca: Intrik Politik di Balik Reposisi Ketua PSI Sulteng? Ada Target Kursi ke DPR RI










Komentar