“Besok harinya pukul 17.00 WITA sampai 19.00 WITA diberi waktu dua jam melansir kalikit untuk dibawa ke bawah,” katanya.
Selanjutnya lagi, masyarakat diberi kemudahan membuat tenda terpal hanya untuk berteduh dari cuaca, tidak lebih dari pada itu, dan disepakati warga.
“Dan kesepakatan terakhir jalan dibuka dan sudah bisa dilalui baik warga maupun karyawan perusahaan,” sebutnya.
Selaku Kapolresta Palu,ia mengimbau kepada perusahaan maupun masyarakat khusus Poboya, permasalahan sudah berlalu biarlah berlalu, mari merajut hubungan ini kembali kedepan.
“Selama masa transisi menunggu keinginan secara mutlak untuk tambang rakyat oleh pemerintah pusat ini kita jaga semua. Jangan lagi ada letupan-letupan atau riak-riak, ujungnya membuat kegaduhan. Tidak ada lagi ribut-ribut!” pungkasnya.
Perwakilan perusahaan Hidayat Lamakarate mengatakan, pembukaan blokade jalan ini hal yang disepakati bersama. Setelah diberikan pemahaman kepada perusahaan dan masyarakat, bahwa tidak boleh ada pihak bertahan memaksakan kehendak masing-masing.
“Dan Alhamdulillah atas Izin Allah SWT terjadi kesepakatan. Maka ruang-ruang tadi sudah dibuka,” ucapnya.
Dan memang tidak ada yang lain, menurutnya, karena memang hanya itu yang mereka upayakan, diskusikan, komunikasikan.
“Kalau satu sudah selesai, nanti kalau ada lagi masalah dibicarakan lagi. Kan sudah ada saya yang akan mewakili mereka (masyarakat). Saya juga mewakili perusahaan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” bebernya.
Untuk itu diimbau kepada masyarakat menjaga kepercayaan diberikan ini, jaga keamanan, kebersamaan, agar jangan ada konflik antar masyarakat sendiri, ketika mengambil material.
“Ini yang kita harapkan, sebab ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk saya. Tugas saya selesai,” ujarnya.
Sekretaris Adat Poboya Sofyart mengatakan, pembukaan blokade jalan oleh masyarakat, sebab sudah ada kesepakatan. Pada intinya masyarakat sederhana mereka mau makan.
“Masyarakat tidak anti investasi. Tapi tolong dipikirkan juga masyarakat sekitarnya,” ucapnya.








Komentar