Sementara itu, Wali Kota Palu melalui Asisten I, Usman, yang hadir mewakili dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya peran FPK sebagai penjaga kerukunan dan perekat sosial di tengah keberagaman.
“Pengurus FPK yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar dalam merawat kebhinekaan, menciptakan Kota Palu yang aman, damai, dan harmonis.
FPK diharapkan menjadi penggerak sinergitas antar-etnis dan menjadi solusi dalam mengantisipasi potensi gesekan sosial,” ujar Usman.
FPK Kota Palu periode 2025–2029 terdiri dari tokoh-tokoh dari beragam latar belakang etnis yang merepresentasikan semangat inklusivitas Kota Palu.
Susunan kepengurusan antara lain Wijaya Chandra (etnis Tionghoa) sebagai Ketua, Rusman Lamakasusa (etnis Kaili) sebagai Wakil Ketua, dan Satar S. Laupo (etnis Bare’e, Tojo Unauna) sebagai Sekretaris.
Selain itu, terdapat 29 anggota lainnya yang berasal dari etnis Arab, Minahasa, NTT, Aceh, Jawa, Madura, Makassar, Papua, Gorontalo, Sunda, Minangkabau, Batak, dan lainnya.
Dengan komposisi yang representatif dan inklusif, FPK diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, mempererat persaudaraan lintas etnis, serta mendorong pembangunan Kota Palu yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca: 5 Ormas Nakes Demo RUU Kesehatan, Amirudin Rauf: Pemerintah Dapat Mendengar Aspirasi








Komentar