gNews.co.id – Publik kembali menyoroti setelah muncul rekaman video yang diduga Bupati Buol Risharyudi Triwibowo berjoget pada pembukaan Kejuaraan Balap Motor Bupati Buol Honda Cup Race pada Jumat (8/8/2025).
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa kejuaraan balap motor yang digelar di daerahnya bukan sekadar ajang kompetisi otomotif, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda potensial.
Hal itu ia sampaikan melalui laman resmi Pemkab Buol.
“Mengusung tema Memupuk Juara, Membangun Negeri, Menuju Buol Hebat, kita ingin menegaskan bahwa olahraga otomotif adalah sarana pembentukan karakter disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah,” ujar Risharyudi.
Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang ekspresi positif bagi generasi muda agar bakat dan minat di dunia otomotif tersalurkan secara aman dan profesional.
“Daripada mereka balapan di jalan umum yang berisiko, kita fasilitasi di lintasan resmi yang terorganisir,” katanya.
Bupati juga berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus sarana promosi wisata, budaya, dan potensi ekonomi lokal Kabupaten Buol.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, IMI Sulteng, sponsor, media partner, regulator, komunitas motor, hingga panitia pelaksana.
Kepada para peserta, Risharyudi berpesan untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keselamatan selama perlombaan.
“Juara sejati bukan hanya yang tercepat, tetapi yang mampu menghormati lawan dan mematuhi aturan,” tegasnya.
Kejuaraan ini diharapkan tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tonggak pengembangan olahraga otomotif yang berkelanjutan di Kabupaten Buol.
Kecurigaan publik Semakin Menguat
Dalam video tersebut, diduga Bowo terlihat sehat, energik, dan berjoget luwes di depan tamu undangan tanpa tanda-tanda baru pulih dari sakit seperti yang ia klaim.
Rumor pun mencuat bahwa alasan sakit hanyalah dalih untuk menghindari Rakor KPK, mengingat lembaga antirasuah tersebut tengah menangani kasus pemerasan di Kemenaker yang diduga keterlibatan Bowo saat masih menjabat Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan.
Kasus itu terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) serta penerimaan gratifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Buol belum merespons permintaan konfirmasi lanjutan tim media yang dikirimkan pada Kamis (14/8/2025) malam.
Seperti diketahui, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama para kepala daerah se-Sulawesi Tengah pada Rabu, 6 Agustus 2025 Risharyudi Triwibowo (RYT) tak hadir dan hanya mengutus Wakil Bupati Buol.
Alasan sakit yang disampaikan sang bupati memicu tanda tanya, terlebih setelah beredar video dirinya terlihat segar bugar di sebuah acara publik sehari sebelumnya.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Jumat (8/8/2025), Bupati yang akrab disapa Bowo ini mengaku tidak hadir di Rakor KPK karena sakit sejak Ahad (3/8/2025) dan sempat menjalani pemeriksaan di UGD RS Mokoyurli Buol.
Ia menyebut kondisi demamnya berlanjut hingga Selasa, sehingga memutuskan mengutus Wakil Bupati Nasir Dj Daimaroto untuk menghadiri Rakor KPK di Palu.
Namun, penelusuran tim media menunjukkan fakta berbeda.
Berdasarkan unggahan agenda resmi Pemerintah Kabupaten Buol, Bowo justru aktif memimpin sejumlah kegiatan.
Baca: Siap-siap! KPK akan Jadwalkan Kembali Pemanggilan Bupati Buol: Dugaan Pemerasan saat Masih Stafsus














Komentar