gNews.co.id,- Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., membuka Kuliah Umum Universitas Tompotika (Untika) Luwuk Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Ruang Kuliah Lantai III Universitas Tompotika Luwuk, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Rektor Untika Luwuk, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen senior, serta 579 mahasiswa baru yang berasal dari tujuh fakultas dan 15 program studi.
Kuliah umum mengangkat tema “Integrasi Kearifan Lokal, Teknologi, dan Inovasi di Daerah Rawan Gempa dalam Rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Gempa.”
Hadir sebagai narasumber, Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof. Dr. Ar. Ir. Naidah Naing, S.T., M.Si., IAI., IPU., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, Bupati Amirudin menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tompotika Luwuk yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan akademik, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari berbagai sumber yang kompeten.
Menurutnya, kehadiran Guru Besar UMI Makassar sebagai narasumber merupakan kesempatan berharga bagi sivitas akademika Untika Luwuk, khususnya mahasiswa baru.
Saya berharap kegiatan kuliah umum ini tidak hanya menjadi forum untuk mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun wawasan, dan menumbuhkan semangat mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ujar Bupati Amirudin.
Ia juga berharap kegiatan akademik seperti kuliah umum dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan oleh Untika Luwuk. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi di luar daerah, kata dia, menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Amirudin turut memberikan pesan kepada 579 mahasiswa baru agar tidak berhenti belajar, berani bermimpi, tidak takut mencoba, serta terus mengembangkan potensi diri.
Jadikan pendidikan sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pesannya.
Kuliah umum ini diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi risiko gempa, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan inovatif yang memadukan teknologi dengan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan kebencanaan di daerah.(DQ74).








Komentar