gNewsco.id,- Paradigma pembangunan ekonomi di Indonesia sedang mengalami pergeseran fundamental. Jika dahulu pertumbuhan daerah sering kali diukur semata dari eksploitasi sumber daya alam (SDA) dan infrastruktur fisik, kini fokus utama bergeser pada kualitas manusia dan keberlanjutan ekosistem.
Di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, transformasi ini terlihat jelas melalui akselerasi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang disinkronkan dengan pengelolaan potensi unggulan daerah. Strategi ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kabupaten Banggai dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, mulai dari perkebunan kelapa sawit, kakao, dan kelapa dalam, hingga potensi kelautan yang vast. Namun, ketergantungan pada penjualan komoditas mentah telah lama menjadi penghambat kesejahteraan masyarakat lokal. Harga yang fluktuatif di pasar global sering kali tidak berbanding lurus dengan kerja keras petani dan nelayan.
Menyadari hal ini, Pemerintah Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin, M.M., menginisiasi strategi hilirisasi industri berbasis potensi unggulan. “Kita tidak bisa lagi puas menjadi sekadar penyedia bahan baku. Nilai tambah harus diciptakan di sini, oleh tangan-tangan anak daerah sendiri,” tegas Bupati Amirudin dalam sebuah forum dialog ekonomi daerah awal tahun 2026.
Program revitalisasi pabrik pengolahan kelapa sawit mini dan fasilitas fermentasi kakao modern menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Dengan adanya fasilitas ini, petani tidak lagi menjual buah segar dengan harga murah, melainkan produk setengah jadi atau jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan stabil.
Namun, infrastruktur industri saja tidak cukup tanpa didukung oleh SDM yang kompeten. Akselerasi peningkatan kualitas SDM menjadi pilar kedua yang tak terpisahkan. Pemkab Banggai melakukan terobosan dengan menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi lokal dengan kebutuhan industri hilir.
Pelatihan teknis intensif diberikan kepada nelayan untuk penerapan teknologi cold chain (rantai dingin) guna menjaga kesegaran hasil tangkapan, serta kepada petani untuk teknik budidaya organik dan pasca-panen standar ekspor. Selain itu, literasi digital digenjot untuk memberdayakan pelaku UMKM agar dapat menembus pasar nasional dan internasional melalui platform e-commerce.
Wakil Bupati Furqanuddin menekankan aspek pemerataan dalam program pelatihan ini. “Peningkatan SDM harus inklusif. Kami memastikan bahwa perempuan, pemuda, dan masyarakat di wilayah terpencil seperti Banggai Kepulauan dan Balaesang mendapatkan akses yang sama terhadap pengetahuan dan teknologi,” ujarnya saat meninjau pusat pelatihan kewirausahaan di Luwuk.
Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari strategi ini dirancang untuk bersifat inklusif. Artinya, manfaat ekonomi harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok elit atau investor besar.
Program kemitraan antara perusahaan pengolahan dengan koperasi petani/nelayan lokal memastikan distribusi keuntungan yang lebih adil. Akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana bergulir daerah juga dipermudah bagi UMKM mikro.
Di sisi lain, prinsip keberlanjutan (sustainability) menjadi garis merah dalam setiap kebijakan ekonomi. Eksploitasi potensi unggulan tidak boleh merusak lingkungan. Program konservasi mangrove dan terumbu karang dijalankan beriringan dengan pengembangan ekowisata bahari. Bupati Amirudin secara konsisten menolak investasi yang tidak memenuhi standar Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang ketat, menegaskan bahwa kelestarian alam adalah aset jangka panjang yang tidak ternilai.
Hasil dari strategi integratif ini mulai terlihat dalam data makroekonomi daerah. Pada triwulan I 2026, nilai ekspor produk olahan kakao dan kelapa dari Banggai meningkat signifikan, disertai dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Sektor pariwisata bahari juga menunjukkan tren positif seiring dengan membaiknya infrastruktur akses dan promosi destinasi.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Konektivitas antar-pulau yang belum optimal, keterbatasan anggaran daerah, dan kebutuhan akan adaptasi teknologi yang lebih cepat di kalangan masyarakat usia lanjut masih menjadi pekerjaan rumah. Sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas lokal diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Akselerasi peningkatan SDM berkualitas dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan secara inklusif berbasis potensi unggulan adalah sebuah keniscayaan di era modern. Kabupaten Banggai, di bawah kepemimpinan Amirudin-Furqanuddin, telah menunjukkan langkah-langkah konkret ke arah tersebut.
Dengan menjadikan manusia sebagai subjek utama pembangunan dan alam sebagai mitra yang dijaga, daerah ini sedang membangun fondasi kokoh untuk kemandirian ekonomi yang adil dan lestari. Jejak langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat yang sejati.
Profil Singkat Tokoh :
Bupati Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P.: Teknokrat dengan fokus pada hilirisasi industri, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin, M.M.: Fokus pada pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.
Penulis. : AmrillahMokoagow /gNews
co,os
Tanggal : 6 Juni 2026
Lokasi. : Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah














Komentar