Aliansi Petani Donggala Protes Keras Penundaan Bantuan Alsintan: Dugaan Salah Sasaran

gNews.co.id – Aliansi Petani Donggala (APD) menggelar konferensi pers di Jalan Untad I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Selasa (9/6/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, APD memprotes keras penundaan sekaligus dugaan salah sasaran dalam penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian Kabupaten Donggala.

Bantuan hibah tersebut terdiri atas tiga unit Alsintan pra-panen (crawler) dan satu unit Alsintan pasca-panen (combine harvester besar).

Berdasarkan dokumen resmi, bantuan ini sedianya dialokasikan untuk kelompok tani di Kecamatan Sojol, tepatnya di Desa Siboang dan Desa Pangalasiang.

Kronologi Kejanggalan

Tokoh Masyarakat Donggala, Taslim, memaparkan kronologi bermasalah dalam penyaluran bantuan tersebut.

Menurutnya, pada Selasa (2/6/2026), perwakilan petani telah mendatangi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Donggala dengan membawa surat resmi dari kementerian.

“Awalnya, Kepala Dinas menyetujui (ACC) penyerahan bantuan. Namun beberapa menit kemudian, ada telepon masuk yang memerintahkan agar barang tersebut ditahan,” ujar Taslim di hadapan awak media.

Ia menegaskan bahwa bantuan berstatus hibah dari kementerian tidak dikenal adanya kebijakan penahanan.

“Tugas dinas di daerah hanyalah menyalurkan kepada kelompok yang tertera di surat,” tambahnya.

Keesokan harinya, Rabu (3/6/2026), para petani diundang kembali ke kantor dinas dengan alasan akan dipertemukan dengan Bupati Donggala. Namun hingga pertemuan usai, alat pertanian yang menjadi hak mereka tetap tidak diserahkan.

Dugaan Penyaluran ke Kelompok Lain

Ketua Aliansi Petani Donggala, Syamsu Rizal, saat membacakan pernyataan sikap, mengungkapkan dugaan serius adanya penyalahgunaan wewenang.

Baca: Kejati Sulteng Geledah Bapenda Donggala Dugaan Korupsi Tambang: Ini Puluhan DT dan Alat Berat Disita

Komentar