Faktor lain yang disinyalir memicu kerenggangan adalah dinamika politik masa lalu antara Hadianto dan Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido.
Keduanya pernah berpasangan sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Palu (2021–2025), namun bersaing di Pilkada 2024. Reny memilih mendampingi Anwar, sementara Hadianto bertahan sebagai petahana di Palu.
Gubernur Anwar Tegaskan Pentingnya Sinergi
Anwar kerap menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Provinsi harus menyesuaikan dengan kabupaten/kota. Apa yang menjadi program mereka, itulah yang kita support,” ungkapnya dalam HUT Sulteng.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan relasi yang kian dingin antara Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu. Apakah ini sekadar miskomunikasi, atau pertanda political battle yang lebih besar?
Menunggu Respons Wali Kota Palu
Hingga berita ini diturunkan, Hadianto Rasyid belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber internal Pemkot Palu menyebut Wali Kota sedang menjalani agenda kerja luar kota.
Satu hal yang pasti: dinamika politik Sulteng tengah memasuki fase baru yang patut diamati.
Akankah ketegangan ini berlanjut, atau justru menjadi momentum rekonsiliasi? Jawabannya ada di tangan kedua pemimpin tersebut.














Komentar