Berdiri Tegak Bersama Buruh, Gubernur Anwar Hafid: Itu Menjadi Kewajiban bagi Saya

gNews.co.id – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menerima audiensi perwakilan aliansi mahasiswa dan buruh di Gedung Pogombo, Kamis (14/5/2026).

Pertemuan berlangsung dinamis dengan penyampaian sejumlah kritik konstruktif dari para demonstran.

Di awal dialog, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan permohonan maaf karena sebelumnya tidak dapat hadir dalam agenda bersama massa aksi. Ia mengaku tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta akibat kondisi kesehatannya.

“Saya menunjukkan komitmen bahwa apa pun aspirasi masyarakat, itu menjadi kewajiban bagi saya untuk mendengar, kemudian mencarikan solusi sepanjang menjadi kewenangan saya,” ujar Anwar Hafid.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan buruh dan mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan, antara lain dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, pelanggaran hak pekerja, kecelakaan kerja, hingga lemahnya pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menanggapi hal itu, Gubernur mengakui bahwa banyak persoalan ketenagakerjaan terjadi di lapangan dan membutuhkan penanganan serius dari seluruh pihak.

“Saya tidak akan membantah apa yang disampaikan teman-teman, karena semuanya faktual. Persoalan buruh ini sangat krusial dan saya butuh bantuan semua pihak untuk menyelesaikannya,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Anwar Hafid menyatakan siap membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan yang melibatkan pemerintah daerah, serikat buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil. Satgas ini bertugas mengawal seluruh permasalahan ketenagakerjaan di Sulteng.

“Kita bentuk Satgas bersama. Jangan hanya Satgas PHK, tapi Satgas Ketenagakerjaan supaya seluruh persoalan buruh di Sulawesi Tengah bisa kita kawal bersama,” tegas Anwar Hafid.

Baca: Gubernur Dorong Pembangunan SDM Olahraga, Ketua KONI Fathur: Perkuat Persatuan dan Kebanggaan Daerah

Komentar