gNews.co.id,- Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bergerak cepat menangani laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan warga setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Totikum Selatan, Kamis (20/8/2026).
Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., bersama Wakil Bupati Serfi Kambey, Ketua Satgas MBG yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkep Muh. Aris Susanto, serta jajaran Forkopimda turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kondisi para penerima manfaat dan proses penanganan berjalan dengan baik.
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 51 orang terdampak dan mendapatkan penanganan. Mereka terdiri dari 49 siswa, satu ibu menyusui, dan satu balita.
Para penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari SD Negeri Mata sebanyak 48 siswa, SD Muhammadiyah Peley satu siswa, serta warga di Posyandu Desa Mata yang terdiri dari satu ibu menyusui dan satu balita.
Menu MBG dan Kronologi Kejadian
Menu MBG yang didistribusikan pada Kamis (20/8/2026) terdiri dari nasi putih, lele krispy, tumis bayam dan tahu, tempe orek, serta buah pisang.
Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan tes organoleptik sekitar pukul 06.30 WITA oleh ahli gizi dan relawan. Berdasarkan pemeriksaan awal tersebut, tidak ditemukan masalah pada makanan.
Distribusi MBG kemudian dilakukan dalam tiga periode. Distribusi pertama sekitar pukul 07.15 WITA dan dilaporkan berjalan lancar.
Selanjutnya, distribusi kedua sekitar pukul 08.30 WITA menyasar sejumlah penerima manfaat, termasuk SD Negeri Mata dan Posyandu Desa Mata yang kemudian dilaporkan terdapat warga dan siswa mengalami keluhan kesehatan.
Sementara distribusi ketiga dilakukan sekitar pukul 08.50 WITA, termasuk ke SD Muhammadiyah Peley.
Laporan awal mengenai adanya keluhan kesehatan diterima sekitar pukul 10.55 WITA. Pihak sekolah melaporkan sejumlah siswa mengalami gejala seperti pusing, mual hingga muntah kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, waktu munculnya keluhan pada penerima manfaat berbeda-beda, mulai setelah suapan pertama hingga setelah selesai mengonsumsi makanan.
Langsung Mendapat Penanganan Medis
Para siswa dan warga yang mengalami keluhan kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Kanali, Kecamatan Totikum Selatan, untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Kepala SPPG juga langsung mendatangi puskesmas bersama Camat, Kapolsek, serta pihak Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi para penerima manfaat yang terdampak.
Seluruh korban mendapatkan observasi dan perawatan di Puskesmas Kanali. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan warga menjadi prioritas utama.
Selain melakukan penanganan terhadap korban, sampel makanan juga telah ditangani oleh pihak puskesmas sebagai bagian dari proses tindak lanjut untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan.
Kepala SPPG juga menghubungi penerima manfaat lainnya untuk memastikan kondisi mereka setelah mengonsumsi menu MBG pada hari tersebut.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan
Penerima manfaat MBG di wilayah tersebut tersebar di sejumlah satuan pendidikan dan posyandu, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, MTs hingga Posyandu di Desa Kamboja, Kanali, Peley, Tobungku, Mata, Nulion, Lobuton dan Tonuson.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait masih melakukan pemantauan serta penanganan terhadap para penerima manfaat yang mengalami keluhan.
Penyebab pasti gangguan kesehatan belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang dan petugas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memastikan proses penanganan terus dilakukan dan perkembangan kondisi para korban menjadi perhatian serius pemerintah daerah.(DQ74).














Komentar