gNews.co.id,- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai bersama PT Panca Amara Utama (PAU) kembali menggelar Lomba Tani sebagai bagian dari program pembinaan dan peningkatan kapasitas kelompok tani.
Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Kamis (1/10/2026), dan diikuti 12 kelompok tani.
Lomba dibuka Kepala Dinas TPHP Banggai Drs. Subhan Lanusi yang diwakili Kepala Bidang Hortikultura, Choirul Ashari Mambuhu, SP., MP. Turut hadir External Relation Head PT PAU, Novari Mursita, S.IP., M.Si., serta Koordinator Teknis Kegiatan PT PAU dan Dinas TPHP, Ardiansyah Mahali, SE.
Berdasarkan hasil penilaian, Kelompok Tani Lembah Longkida II berhasil keluar sebagai juara pertama dengan perolehan 800 poin.
Posisi kedua diraih KWT Anggrek dengan 700 poin, disusul KWT Mandiri dengan 630 poin. Sementara Matuga meraih Harapan I dengan 620 poin dan Longgolian Jaya sebagai Harapan II dengan 610 poin.
Puncak Pembinaan Kelompok Tani
Kepala Bidang Hortikultura TPHP Banggai, Choirul Ashari Mambuhu, mengatakan Lomba Tani merupakan puncak dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah diberikan kepada kelompok tani.
Pembinaan tersebut meliputi penilaian kemampuan kelompok, bimbingan teknis, pelatihan administrasi dan keuangan, hingga pendampingan langsung di lapangan.
“Lomba ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang kita lakukan,” ujar Choirul.
Menurutnya, pembinaan dilakukan secara bertahap dengan tujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani agar mampu berkembang menjadi kelompok yang mandiri dan tidak terus bergantung pada pemerintah.
Kolaborasi TPHP dan PT PAU saat ini menyasar sejumlah kelompok tani di wilayah Kecamatan Batui, Kintom dan Nambo.
Choirul berharap pola kerja sama tersebut dapat terus diperkuat dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Banggai.
Dorong Petani Muda dan Regenerasi Pertanian
Choirul yang akrab disapa Irul juga mengungkapkan, pihaknya akan membahas peluang pengembangan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh) dan Universitas Tompotika (Untika).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk semakin tertarik terjun ke sektor pertanian, sekaligus mendukung lahirnya petani muda atau petani milenial.
Menurut Irul, pengenalan dunia pertanian juga perlu dilakukan sejak usia dini melalui edukasi kepada anak-anak TK, SD hingga SMP.
“Pengenalan pertanian sejak dini penting agar anak-anak mengenal dan mencintai sektor pertanian,” katanya.
Ke depan, Dinas TPHP juga membuka peluang mengembangkan Lomba Tani hingga tingkat kecamatan. Kelompok tani terbaik dari masing-masing kecamatan nantinya dapat menjadi peserta pada tingkat kabupaten.
PT PAU Dorong Pertanian Berbasis Teknologi
External Relation Head PT PAU, Novari Mursita, mengatakan perusahaan turut mendorong regenerasi petani melalui edukasi pertanian kepada kalangan pelajar.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan penerapan konsep smart farming membutuhkan keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Regenerasi petani menjadi salah satu hal yang penting. Perkembangan teknologi dalam pertanian membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi,” ujarnya.
Lembah Longkida II Jadi Juara
Ketua Kelompok Tani Lembah Longkida II, Amran, mengaku bersyukur atas capaian kelompoknya yang berhasil meraih juara pertama.
Ia menyebut prestasi tersebut menjadi motivasi bagi anggota kelompok untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam budidaya komoditas hortikultura seperti tomat dan bawang.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha tani,” ujar Amran.
Pembinaan Berlangsung Berkelanjutan
Koordinator Teknis Kegiatan PT PAU dan Dinas TPHP, Ardiansyah Mahali, mengatakan Lomba Tani merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang telah dilakukan sebelumnya.
Pembinaan mencakup bimbingan teknis, penilaian kelompok, hingga pemberian bantuan benih dan sarana produksi sesuai kebutuhan kelompok tani.
Ia berharap kerja sama TPHP dan PT PAU dapat terus berlanjut, bukan hanya dalam meningkatkan produksi hortikultura, tetapi juga mendorong pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.
Melalui Lomba Tani ini, TPHP Banggai bersama PT PAU berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian kelompok tani sekaligus memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Banggai.(DQ74).














Komentar