Ia bahkan menyampaikan harapan agar Prof. Nasaruddin Umar dapat diusulkan sebagai penerima Nobel Perdamaian, berkat dedikasinya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan dialog lintas iman di dunia.
Prosesi Penyambutan dengan Adat Kaili
Kunjungan kerja Menteri Agama diawali dengan penyambutan hangat di Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu.
Gubernur Anwar Hafid, didampingi Rektor UIN Datokarama dan Forkopimda Sulteng, menyambut kedatangan Menag yang tiba pukul 06.15 WITA.
Suasana penyambutan diperkaya dengan prosesi adat Kaili, yaitu pemasangan Siga (penutup kepala tradisional) kepada Menteri Agama sebagai simbol penghormatan dan penerimaan tertinggi masyarakat Sulteng terhadap tamu kehormatan.
Selain menghadiri wisuda, rangkaian kunjungan kerja Menag termasuk silaturahmi dengan Masyayikh PB Alkhairat, peninjauan Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, dan pelantikan pengurus IPIM Sulteng.
Kunjungan selama satu hari penuh ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan Pemprov Sulteng dalam membangun harmoni dan moderasi beragama.
Wisuda ke-45 UIN Datokarama Palu tidak hanya menandai lahirnya ratusan sarjana baru, tetapi juga menjadi medium penyampaian pesan mendalam tentang kemanusiaan, lingkungan, dan spiritualitas.
Dari Palu, pesan itu menggema: ilmu, iman, dan kasih sayang adalah pilar tak terpisahkan untuk membangun dunia yang damai dan berkeadaban.








Komentar