Ada dua nama yang kian mencuat sebagai kandidat Kapolda Sulteng. Di mana kedua Jenderal Polisi ini masing-masing berada di satu pulau yang sama.
Oleh: Moh. Yamin
Perubahan kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) pasca purna bakti Irjen Pol Endi Sutendi berlangsung tanpa gegap gempita. Tak ada riuh pernyataan resmi, juga tak ramai sorotan publik.
Justru dalam kesenyapan itulah dinamika paling menentukan kerap terjadi. Di ruang pertimbangan strategis, melalui pembacaan rekam jejak, serta evaluasi mendalam atas kapasitas para kandidat.
Fase ini bisa disebut sebagai “pertarungan sunyi”. Sebuah proses ketika penentuan Kapolda baru tidak lagi bertumpu pada popularitas atau kedekatan struktural, melainkan pada kualitas kepemimpinan, pengalaman lapangan, dan kesiapan menghadapi kompleksitas wilayah yang dipimpin.
Dari informasi yang terhimpun di lingkungan terpercaya, dua nama mengemuka sebagai kandidat kuat. Menariknya, keduanya berasal dari Pulau Borneo alias Kalimantan: Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan (Kapolda Kalimantan Selatan) dan Brigjen Pol. Andrianto Jossy Kusumo (Wakapolda Kalimantan Timur).
Mereka membawa karakter kepemimpinan yang berbeda, namun sama-sama relevan menjawab tantangan Sulteng.
Sulteng: Medan Yang tak Sederhana
Sulteng bukan wilayah biasa dalam perspektif keamanan. Di satu sisi, daerah ini masih bergulat dengan kriminalitas konvensional dan konflik sosial.
Di sisi lain, Sulteng menjelma menjadi kawasan strategis ekonomi nasional berkat pertambangan dan investasi besar-besaran.
Konsekuensinya, Kapolda tak lagi cukup dipahami sekadar penegak hukum. Ia harus hadir sebagai penyeimbang antara kepastian hukum, stabilitas keamanan, dan percepatan pembangunan ekonomi.
Dua Wajah, Satu Tujuan
Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan hadir sebagai figur yang mengedepankan pendekatan sistematis dan ketegasan. Pengalamannya di Kalimantan Selatan menunjukkan kemampuannya mengelola wilayah dinamis dengan tantangan hukum berlapis. Gaya kepemimpinannya terstruktur, prosedural, dan konsisten.
Di Sulteng, pendekatan ini relevan untuk memperkuat disiplin institusi serta efektivitas penegakan hukum di tengah kompleksitas sosial ekonomi. Ia adalah representasi kepemimpinan berbasis ketegasan terukur.
Sementara Brigjen Pol. Andrianto Jossy Kusumo menghadirkan karakter yang lebih adaptif dan komunikatif.
Sebagai Wakapolda Kalimantan Timur, ia berada di pusaran dinamika Ibu Kota Nusantara (IKN) sebuah kawasan sarat kepentingan nasional, investasi, dan pengamanan berskala tinggi.
Kemampuan koordinasi lintas sektor dan membaca perubahan sosial-politik menjadi nilai lebihnya. Jika Rosyanto kuat dalam struktur, Jossy unggul dalam fleksibilitas.
Variabel Yang tak Bisa Ditawar
Dua pendekatan ini sama-sama dibutuhkan Sulteng. Rosyanto menawarkan kepastian hukum. Jossy menghadirkan responsivitas terhadap perubahan. Namun di atas segalanya, ada satu variabel yang jauh lebih menentukan: integritas.
Di era ketika publik semakin kritis terhadap institusi negara, Kapolda Sulteng ke depan harus mampu menjadi figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga dipercaya secara moral.
Sekilas Profil Kandidat
· Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan
Kapolda Kalimantan Selatan saat ini. Latar belakang kuat di bidang reserse dan manajemen kepolisian. Dikenal tegas, sistematis, dan berorientasi pada kepastian hukum.
Baca: Respons Publik Positif Menanti Jenderal Jossy: Jejak Mentereng Ideal Pimpin Polda Sulteng








Komentar