Namun demikian, Dia mengajak media untuk sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI, sebab masyarakat akan merasakan dampaknya.
“Yah, Anda juga bantu kita sampaikan kepada masyarakat sana jangan melakukan tambang. Lebih baik mencegah dulu sebelum masyarakat berpikir menambang,” katanya.
Tujuannya sebut, AKBP Ridwan bagaimana agar tidak terjadi, maka perlu lakukan pencegahan awal, perlu edukasi atau pemahaman sehingga tidak terjadi seperti pemadan kebakaran.
“Sudah terjadi baru dipadamkan,” jelas AKBP Ridwan.
HMI Sorot PETI Marak di Sulteng
Terkait maraknya PETI, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulteng turut menyorotinya.
Dilansir dari media.alkhairaat.id, maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berdampak pada lingkungan dan sosial.
Hal ini harus dicarikan solusi dan mengatasi akar masalah dari aktivitas tersebut.
PETI, merupakan salah satu permasalahan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Persoalan PETI seperti bom waktu bisa meledak kapan saja.
“Seperti terjadi beberapa tahun lalu, ketika longsor di Kabupaten Merangin menewaskan sejumlah pekerja PETI,” kata Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Alief Veraldhi di Palu, Jumat (29/12/2023).
Menurutnya, maraknya kegiatan PETI dan dampak dihasilkan, baik dari aspek lingkungan hidup maupun sosial, seharusnya menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Perlu dicari solusi dan jalan keluar untuk mengatasi akar masalah dari aktivitas PETI tersebut.
“Pencegahan tambang ilegal harus didukung oleh tindakan penegakan hukum dalam pelanggaran pertambangan ilegal,” katanya.








Komentar