gNews.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Buol, Mansyur Lewa secara tegas membantah pemberitaan yang menyebut Bupati Buol Risharyudi Triwobowo bersikap pasif dan tidak mendukung program strategis nasional, Sekolah Rakyat.
Mansyur menegaskan bahwa pemimpin daerah tersebut justru terlibat aktif sejak awal.
Klaim tersebut disampaikan, Mansyur Lewa yang juga ditunjuk sebagai Utusan Khusus Bidang Sekolah Rakyat, sebagai bentuk klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan sebelumnya oleh Arlan Rahman.
“Informasi yang menyebut Bupati Buol pasif adalah tidak benar dan merupakan kabar bohong (hoaks). Saya mengetahui secara langsung keseriusan Bupati Buol dalam mendorong suksesnya program tersebut di daerah,” ujar Mansyur dalam keterangan persnya, Rabu (20/8/2025).
Lebih lanjut, Mansyur membeberkan sejumlah bukti keterlibatan aktif Bupati. Menurutnya, Bupati Buol Bowo sapaan karib Risharyudi Triwibowo terlibat mulai dari tahap persiapan, termasuk mengawal penyediaan dua lokus lahan dengan total luas mencapai 9 hektare.
“Beliau tidak hanya menyiapkan anggaran untuk pembukaan lahan, tetapi juga sering berkomunikasi langsung dengan Kepala BPN Buol untuk mempercepat proses. Bahkan, untuk menunjukkan keseriusannya, Bupati pernah mendatangi secara langsung kantor BPN untuk mengurus penerbitan sertifikat tanah untuk program Sekolah Rakyat,” katanya.
Terkait proses sertifikasi yang dinilai lambat, Mansyur menjelaskan bahwa hal tersebut berada di luar kendali Pemerintah Daerah.
Ia menyebut ada prosedur administratif di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang harus dipatuhi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun, termasuk pemerintah daerah.
“Proses tersebut memang membutuhkan waktu sesuai regulasi yang berlaku. Itu murni prosedur teknis di BPN, bukan karena kurangnya komitmen atau dukungan,” tegasnya.










Komentar