Dua Kali Pertamina EP Donggi Matindok Kenalkan Industri Hulu Migas kepada Mahasiswa Unismuh Luwuk

gNews.co.id,- Upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai industri energi terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi.

Salah satunya melalui program Pertamina Goes to Campus 2026 yang diselenggarakan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) di Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk), Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri hulu minyak dan gas bumi (migas), termasuk proses operasional perusahaan serta kontribusinya dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kampus tersebut dihadiri Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E., M.M., serta perwakilan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field, Sidiq, bersama peserta dari kalangan akademisi dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, perwakilan Pertamina EP DMF, Sidiq, menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang telah memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi pengetahuan mengenai sektor energi.

Menurutnya, program Pertamina Goes to Campus merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara industri dan dunia pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai peran perusahaan energi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina memiliki berbagai lini usaha yang saling berkaitan dalam mendukung rantai bisnis energi. Sementara itu, Pertamina EP Donggi Matindok Field berfokus pada kegiatan di sektor hulu migas, terutama produksi minyak dan gas bumi.

Sidiq juga menerangkan bahwa kegiatan hulu migas berbeda dengan proses pengolahan maupun pendistribusian bahan bakar minyak kepada masyarakat.

Produksi di sektor hulu menghasilkan minyak dan gas bumi yang selanjutnya memasuki tahapan pengolahan sesuai dengan proses bisnis masing-masing.

Dorong Kolaborasi Industri dan Akademisi
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan industri migas tidak hanya membutuhkan tenaga ahli dari bidang teknik.

Keberlangsungan operasional perusahaan juga memerlukan dukungan berbagai disiplin ilmu, mulai dari manajemen, ekonomi, lingkungan, hingga bidang keilmuan lainnya.

Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri energi pada masa mendatang.

Menurutnya, kampus memiliki peluang untuk mengembangkan kerja sama dengan perusahaan melalui pertukaran pengetahuan, penguatan wawasan akademik, serta kegiatan edukatif yang berkaitan dengan praktik operasional di lapangan.

Ia berharap mahasiswa Unismuh Luwuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi secara langsung dari para praktisi industri, termasuk memahami tantangan dan peluang di sektor migas.

Ketahanan Energi dan Tantangan Masa Depan
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan materi oleh narasumber, Budi Yudhoyono.

Dalam pengantar diskusi, moderator mengajak mahasiswa melihat persoalan energi secara lebih luas. Energi tidak hanya berkaitan dengan minyak, gas bumi, listrik, maupun bahan bakar yang digunakan sehari-hari, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas masyarakat dan pembangunan nasional.

Kebutuhan energi yang terus berkembang, di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan keberlanjutan lingkungan, menjadi perhatian penting dalam menyiapkan masa depan sektor energi Indonesia.

Oleh sebab itu, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan berinovasi, serta kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Melalui program Pertamina Goes to Campus 2026, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami gambaran nyata mengenai aktivitas industri hulu migas dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di sektor tersebut.

Kegiatan ini sekaligus membuka ruang komunikasi antara praktisi industri dan kalangan akademisi untuk mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi tantangan industri energi pada masa depan.(DQ74).



Komentar