gNews.co.id – Tangis haru pecah menyambut kepulangan jenazah Supriadi (31) ke kampung halamannya di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis (6/8/2026).
Dilansir dari briopini.com, ratusan pelayat memadati rumah duka dan turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman, dengan isak tangis keluarga, kerabat, dan tetangga yang mengiringi setiap langkah jenazah.
Selama hidupnya, Supriadi dikenal sebagai sosok pekerja keras. Baru sekitar lima bulan ia merantau ke Morowali Utara untuk mengabdikan diri di bagian Jetty PT Usaha Kita Kinerja Utama (PT UKK).
Kepergiannya ke tanah rantau dilatarbelakangi oleh satu harapan sederhana, yakni memberikan kehidupan yang lebih layak bagi istri dan anak semata wayangnya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.
Namun, takdir berkata lain. Perjuangan Supriadi sebagai tulang punggung keluarga harus terhenti setelah musibah tragis terjadi di kawasan Jetty Desa Ganda-Ganda, Morowali Utara.
Ia pulang ke kampung halaman bukan dengan senyum keberhasilan, melainkan dalam balutan kain kafan, meninggalkan luka yang begitu dalam bagi orang-orang tercinta.
Kedatangan jenazah yang disambut ratusan pelayat menjadi bukti nyata bahwa Supriadi adalah pribadi yang baik hati dan dicintai banyak orang. Doa-doa terus mengalir mengiringi kepergiannya, sementara sang istri dan anak kini hanya bisa menyimpan kenangan indah tentang sosok ayah yang rela berkorban demi masa depan keluarga.
Kini, cerita perjuangan Supriadi telah usai. Mimpi seorang ayah untuk membahagiakan keluarganya terhenti di Jetty PT UKK. Yang tersisa hanyalah kenangan, doa, dan harapan tulus agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Baca: Karyawan PT UKK Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja Meninggalkan Istri dan Anak yang Masih TK








Komentar