Di Sulawesi Tengah ada 14 event Pilkada. Pilkada gubernur dan 13 Pilkada kabupaten/kota. Betapa sibuknya politisinya mencari figur pemimpinnya.
Kantor-kantor partai politik kembali guyup. Ramai hilir mudik tokoh melamar menjadi calon pemimpin politik. Tidak kecuali Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Ketua DPP Partai Perindo bidang Idiologi dan kader, Ronny Tanusaputra di Palu mengaku wacana koalisi nasional Pilpres masih baik komunikasi. Apakah dapat memiliki impact positif ke Pilkada, ia pun setuju.
“Bisa sepanjang kerja sama politik itu sudah sesuai dengan tujuan di Pilkada. Bisa juga dengan parpol lain tergantung figur lokal kemampuannya menambah kerjasama politik,’’ terang mantan Ketua Bappilu DPP Perindo diplomatis.
Soal koalisi nasional PDIP, Hanura, Perindo dan PPP dapat diimplematikan secara politis di Pilkada jawab Ronny kenapa tidak.
Tentunya kerja sama itu untuk syarat mengusung dan syarat keterpilihan Cakada.
‘’Bukan asal koalisi dibawa kesana kemari. Bukan begitu. Tetap dihitung. Calon gimana surveinya. Kalau siap ya pasti kita maksimalkan kerjasama politik yang sudah terbangun solid nasional digunakan di Pilkada. Begitu kira kira menterjemahkannya,’’ terang RT sapaan akrabnya.
Khusus di Sulteng, katanya, standarisasi itu sangat memungkinkan. Misalnya di Kota Palu. Perindo mendukung kader dan Ketua DPD Hanura Sulteng untuk kali kedua maju wali kota atau sebagai petahana.
‘’Kalau Donggala komunikasi kami di Jakarta kader Perindo. Di Parigi Moutong koalisi dengan PDIP. Nanti di Sigi demikian. Dan lainnya. Tetap akan dihitung untuk menanglah,’’ tandasnya.








Komentar