Gedung DPRD Banggai Dikepung Mahasiswa Desakan Fokus pada Desa dan Jalan Usaha Tani Menggema

gNews.co.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pro Rakyat Kabupaten Banggai menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Banggai, Senin (1/9/2025).

Masa aksi ini berujung pada pendudukan ruang sidang paripurna untuk menyampaikan langsung sejumlah aspirasi kepada para wakil rakyat.

Massa bergerak dengan long march menuju Kantor DPRD Banggai. Setibanya di lokasi, barisan mahasiswa berhadapan dengan aparat keamanan.

Terlihat Kapolres Banggai AKBP Putu Hendra Binangkari, Dandim 1308/LB Letkol Kav Laode Ashar Hamid, Kasatpol PP Kamaludin Djanu, Kasat Intel AKP Usman, serta Kasat Reskrim AKP Tyo Tondy turut mengawal jalannya aksi.

Negosiasi sempat dilakukan antara aparat, perwakilan massa, dan sejumlah anggota DPRD lintas fraksi, di antaranya Waket II, I Putu Gumi (PDIP), Suharto Yinata (Hanura), Kartini Akbar (PDIP), Sucipto (PDIP), Haji Naim Saleh (Gerindra), I Made Darma (PDIP), Siti Arya Nurheningsi (PDIP), H. Akmal (PAN), dan Mursidin (PKS).

Dalam orasi, mahasiswa dari berbagai kampus—Untika, Unismuh, Amik Nurmal, hingga kelompok Cipayung menyuarakan kritik tajam terhadap DPRD.

Mereka menilai wakil rakyat terlalu sibuk mengurus pokok pikiran (pokir) ketimbang menyelesaikan persoalan rakyat, mulai dari jalan kantong produksi, sengketa agraria dengan PT Sawindo Cemerlang, hingga tunggakan gaji 15 honorer damkar yang belum terbayarkan sejak Januari 2025.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah alokasi APBD yang dianggap tidak pro-rakyat kecil, di antaranya :

a.) Anggaran baju dinas Rp7,2 miliar
b.) Rapat koordinasi Rp31 miliar
c.) Mobil dinas Rp11,4 miliar
d.) Pembangunan kolam renang Rp15 miliar
e.) Dana hibah Polda Sulteng Rp6,9 miliar
f.) Rehabilitasi Mess Pemda Banggai di Palu Rp17 miliar

Tak sampai disitu mereka juga ada delapan tuntutan utama turut dikemukakan massa aksi, yakni

1. Segera sahkan UU Perampasan Aset
2. Hapuskan PPJT dan kenaikan PBB-P2
3. Hapus tunjangan DPR
4. Copot Kapolri
5. Hentikan perusakan mangrove akibat tambang nikel di Siuna
6. Stop kriminalisasi mahasiswa
7. Transparansi perumusan Perda
8. Evaluasi total kinerja DPRD Banggai

Wakil Ketua DPRD Banggai, I Putu Gumi, yang turun langsung menemui mahasiswa menyatakan bahwa seluruh aspirasi akan diteruskan kepada pimpinan dewan. “Kami akan menindaklanjuti dan membicarakan dengan Ketua DPRD,” tegasnya.

Aksi kemudian ditutup dengan pembakaran replika keranda di halaman DPRD sebagai simbol perlawanan.

Malam harinya, massa melanjutkan kegiatan dengan penyalaan lilin di Tugu Adipura untuk mengenang almarhum Afgan, yang meninggal usai insiden dengan aparat beberapa waktu lalu.

Korlap aksi menegaskan, jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan kembali digelar pada 4 September 2025.

Komentar