Ia menyebut bahwa kegiatan olahraga yang hidup dapat menggerakkan roda ekonomi lokal dan secara langsung memperkuat kualitas hidup masyarakat.
“Olahraga bukan semata soal prestasi. Ini investasi sosial. Ketika lapangan olahraga hidup, pasar bergerak, dan rumah ibadah ramai, itu tanda masyarakat sehat, ekonomi berputar, dan kehidupan sosial berjalan baik,” tandasnya.
Gubernur berharap, melalui turnamen ini, akan lahir bibit-bibit atlet menembak potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Sulteng di kancah nasional, termasuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia menutup sambutannya dengan ucapan selamat bertanding dan pesan untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.








Komentar