Meski memaklumi adanya sorotan dan evaluasi dari berbagai pihak, Nur optimistis bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan terhadap program MBG dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Penanggung Jawab MBG SMA Negeri 6 Palu, Mohammad Ikra, membenarkan tingginya antusiasme siswa terhadap program ini. Menurutnya, secara ekonomi, sebagian besar siswa SMA Negeri 6 Palu berada pada klaster menengah ke bawah.
“Program ini sangat positif dan bisa dikatakan sangat diharapkan para peserta didik,” ujar Ikra.
Ia menjelaskan bahwa total penerima manfaat MBG di sekolahnya mencapai 800 orang. Tingginya semangat siswa mengikuti program ini tidak lepas dari faktor keterbatasan ekonomi keluarga, di mana beberapa anak bahkan tidak memiliki uang jajan untuk memenuhi kebutuhan makan siang mereka.








Komentar