gNews.co.id,- Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Banggai, memimpin upacara peringatan Hari Pramuka Nasional ke-65 yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Upacara tersebut turut dihadiri Sekda Banggai Moh. Ramli Tongko, Ketua DPRD Banggai Safrudin Tjatjo, S.H., Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., Danposal Luwuk Lettu Laut (K) Willy Septian Puryanto, A.Md., Kep., perwakilan Dandim 1308/LB Letda Inf. Rahman, Kadisdikbud Safrudin Hinelo, S.STP., M.Si., jajaran Forum OPD, para camat, serta unsur pembina dan pengurus Gerakan Pramuka.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi penegasan komitmen Gerakan Pramuka untuk mengambil peran dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional.
Dalam pelaksanaan upacara, Neza Almahfira dipercaya sebagai petugas pembaca Undang-Undang Dasar 1945, sementara Fajral Mughni Abd. Rachman bertugas membacakan Dasa Darma Pramuka.
Bupati Banggai Ir. H. Amirudin selaku inspektur upacara membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma telah menjadi pedoman hidup anggota Pramuka sekaligus terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Peringatan Hari Pramuka jangan hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat dan sejahtera,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Tema Hari Pramuka tahun ini juga berkaitan erat dengan upaya mendukung Asta Cita kedua pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.
Swasembada pangan, lanjut sambutan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kesiapan generasi muda untuk mengenali dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lingkungannya.
Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong untuk menumbuhkan budaya produktif serta kecintaan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Gerakan Pramuka juga diarahkan untuk berkembang dari konsep learning by doing menjadi learning, creating and solving, yakni belajar, menciptakan sesuatu dan menyelesaikan persoalan nyata.
Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, generasi muda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi hingga perubahan dunia kerja.
Selain itu, terdapat pula tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring serta menurunnya kepedulian sosial.
Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, keberanian mencoba, kreativitas dan gagasan yang dapat diwujudkan di sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut dapat diwujudkan melalui aksi nyata seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat dan menghadirkan berbagai inovasi sesuai potensi daerah.
Gerakan Pramuka diharapkan dapat mengambil bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, para pembina dan pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara.
“Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.”
(DQ74).









Komentar