Kalau tidak bekerja sama dengan BUMN dan offtaker yang kuat, maka Kadin Donggala tidak bisa mendorong hilirisasi industri.
“Kehadiran Petrokimia membantu kita memajukan agronomi dan agroindustri Sulawesi Tengah. Jadi bukan lagi level Donggala, tapi Sulawesi Tengah,” ujar Rahmad.
Usai teken nota kesepahaman, akan dilakukan dengan kesepakatan kerja sama kemudian dilanjutkan dengan pengujian tanah, demplot, dan mekanisasinya mulai jalan.
Kadin Donggala, ujar Rahmad, akan menyiapkan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), menyiapkan demplot.
Selanjutnya untuk pendampingan, maka skema pembiayaan dikerjakan PT Petrokimia Gresik.
Untuk awal, sebut Rahmad, lahan yang disiapkan oleh Kadin Donggala bekerja sama dengan mitra, seluas 100 hektar di Donggala, Parigi Moutong, dan beberapa daerah lainnya.
Pada kesempatan ini, Staf Operasional PT Petrokimia Gresik Wilayah Jatim-Sulawesi, Ardhanadi mengapresiasi Kadin Donggala atas perhatiannya kepada petani.
“Karena kita tau kadin biasanya fokus di ujungnya saja atau industrinya. Tapi ini mau terjun diproses budidaya atau produksinya. Ini juga kita apresiasi,” katanya.








Komentar