Berdasarkan catatan Kemenkes RI tahun 2017, sebanyak 94 persen remaja sudah terpapar konten pornografi. Sementara pada 2018, angkanya naik hingga 98 persen.
Hal ini tentu menjadi kecemasan sendiri bagi orang tua. Nah, sebelum orang tua “kecolongan”, cari tahu tanda-tanda remaja bisa disebut kecanduan pornografi.
Seorang anak dikatakan masuk kategori kecanduan pornografi ketika dia merasa cemas atau tidak nyaman saat tidak bisa menonton konten porno. Hal ini dibarengi juga dengan perilaku masturbasi yang terus-menerus.
Mereka merasa sumber kesenangannya bersumber dari konten pornografi. Makanya, ketika dia butuh sesuatu agar mendapatkan kesenangan, dia akan menonton atau melihat konten pornografi. Selain itu, gejala adiksi pornografi pada anak adalah:
- Anak terus-menerus memikirkan pornografi sehingga memengaruhi konsentrasinya.
- Intensitas menonton film porno semakin lama semakin meningkat.
- Ada perubahan emosi ketika tidak menonton pornografi (jadi cemas atau merasa tidak tenang jika terlalu lama tidak nonton atau menyaksikan konten porno).
- Adanya perubahan dalam perilaku, seperti lebih cenderung sering menyendiri karena untuk menonton film porno.
- Meningkatnya aktivitas seksual si anak (masturbasi).
- Menolak saat diminta melepas gadgetnya. Jika ditegur atau dibatasi pemakaiannya, dia akan marah.
Oleh sebab itu, bagi remaja yang sudah mengalami berbagai gejala di atas, perlu diberikan terapi untuk mengatasi kecanduan pornografi.








Komentar