gNews.co.id,- Persoalan infrastruktur jalan menuju wilayah Toili Barat, Kabupaten Banggai, kembali menjadi sorotan. Kali ini, kondisi ruas jalan yang melintasi Desa Pandanwangi dan Desa Dongin dinilai semakin memprihatinkan karena badan jalan yang terbatas serta minimnya penerangan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mempertanyakan prioritas pembangunan. Warga bukan tidak mengapresiasi penataan atau pengecatan jembatan, tetapi kebutuhan yang jauh lebih mendesak adalah bagaimana jalan diperbaiki, diperlebar bila memungkinkan, dan dibuat terang demi keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (28/8/2026), kondisi ruas jalan tersebut belum ideal untuk dilalui kendaraan dari dua arah secara bersamaan. Lebar badan jalan yang terbatas, ditambah kondisi bagian pinggir jalan yang cukup tinggi, membuat pengendara harus ekstra berhati-hati ketika berpapasan.
Situasi tersebut bahkan hampir menyebabkan kecelakaan saat awak media melintas di lokasi dan berpapasan dengan kendaraan lain. Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa persoalan jalan bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat.
Seorang warga yang ditemui saat melintas menuju Desa Rata mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut telah cukup lama membutuhkan perhatian dan perbaikan jalan ini belum pernah dilakukan perbaikan. Selama ini hanya ada penumpukan atau perbaikan dari pihak-pihak yang merasa empati terhadap kondisi jalan,” ungkap warga tersebut.
Persoalan tidak berhenti pada kondisi badan jalan. Saat malam hari, minimnya penerangan membuat ruas tersebut semakin membutuhkan perhatian. Pengendara roda dua maupun roda empat harus menghadapi kondisi jalan yang terbatas dengan visibilitas yang juga tidak maksimal.
Pertanyaannya sederhana apakah masyarakat lebih membutuhkan jembatan yang dicat atau jalan yang aman untuk dilalui..?
Pengecatan dan penataan jembatan tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, ketika badan jalan semakin sempit dan penerangan masih minim, maka skala prioritas pembangunan patut dipertanyakan. Jangan sampai pembangunan lebih terlihat secara visual, sementara persoalan keselamatan pengguna jalan justru belum terselesaikan.
Jalan merupakan infrastruktur vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas ekonomi, mengakses sekolah, fasilitas kesehatan, hingga menghubungkan antarwilayah.
Karena itu, kondisi ruas jalan di Desa Pandanwangi dan Desa Dongin perlu mendapat perhatian serius pemerintah sesuai status dan kewenangan ruas jalan tersebut.
Masyarakat juga berharap Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dapat melihat langsung kondisi tersebut dan mendorong penyelesaian melalui program BERANI LANCAR dan BERANI TERANG, apabila ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
BERANI LANCAR diharapkan benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas dan kelancaran akses jalan. Sementara BERANI TERANG diharapkan mampu menjawab persoalan minimnya penerangan di titik-titik jalan yang rawan.
Jika ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Banggai, maka koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi tetap diperlukan. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhkan persoalan kewenangan, sementara jalan yang mereka gunakan setiap hari terus berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Masyarakat membutuhkan langkah konkret: pengecekan langsung, pengukuran badan jalan, evaluasi kondisi ruas, peningkatan atau pelebaran pada titik yang memungkinkan, perbaikan bagian jalan yang berbahaya, serta pemasangan penerangan di lokasi rawan.
Sebab, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai terjadi kecelakaan dan jatuh korban baru kemudian melakukan tindakan.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak berwenang yang berhasil dikonfirmasi mengenai status ruas jalan tersebut, apakah masuk dalam kewenangan jalan provinsi atau jalan daerah.
Namun satu hal yang tidak bisa dibantah masyarakat membutuhkan jalan yang aman, layak, lancar dan terang.
Jangan sampai jalan yang menjadi urat nadi masyarakat justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan hanya karena persoalan infrastruktur yang tidak segera ditangani.
Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin jalan yang aman untuk pulang dan pergi.(DQ74).








Komentar