Ia mengungkapkan bahwa selama 10 tahun menjabat sebagai anggota DPR RI, ia tidak mengambil gajinya sebagai dewan, melainkan mewakafkannya untuk kepentingan masyarakat Sulteng.
Dia pernah berjanji kepada rakyat Sulteng bahwa tidak akan mengambil gaji selama menjabat, dan janji itu ditunaikan.
“Selama 10 tahun, saya tidak menerima gaji saya. Semua gaji saya, sekitar 6 sampai 7 miliar setiap tahun, saya wakafkan untuk imam, pegawai syarah, penghafal Alquran, dan untuk membiayai umrah sekitar 700 orang,” ungkap Ahmad Ali.
Dia juga menegaskan bahwa fokus pasangan BERAMAL, yakni memberikan kesejahteraan rakyat Sulteng, melalui program pemberdayaan UMKM dengan cara pemerintah daerah menyiapkan modal usaha.
Selain itu, program pasangan BERAMAL akan menciptakan 10 ribu wirausahawan baru, para anak-anak muda dan meningkatkan pendapatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulteng.
Kemudian, membangun infrastruktur jalan-jalan kantong produksi, jalan akses ke sekolah melalui skema perencanaan APBD dan usulan ke pemerintah pusat.
“Tidak lagi melihat jalan itu kewenangan pusat, provinsi, kabupaten atau kota. Tapi pemerintah provinsi akan melakukan langkah-langkah konkret. Jika Ahmad Ali jadi gubernur akan memastikan jalan-jalan di wilayah provinsi Sulawesi Tengah mulus,” tandasnya.
Kampanye ini digelar oleh Pusat Komando Relawan BERAMAL melalui simpul Relawan BARET MALAKA, dan didukung oleh Relawan Militan KAILI Balaroa, yang dipimpin oleh Komando Taktis Farid Podungge.
Mereka berkomitmen untuk terus bergerak di lapangan, menjalin komunikasi dengan masyarakat, dan memperkuat dukungan untuk pasangan BERAMAL memenangkan Pilgub Sulteng 2024.








Komentar