Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K., didampingi Kapolsek Totikum Selatan Iptu Niklas, turun langsung menjenguk puluhan warga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mata, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 52 orang dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Para korban terdiri dari siswa sekolah dasar hingga balita, ibu menyusui, serta seorang remaja.
Adapun rincian korban yakni 47 siswa SDN Mata, satu balita dari Desa Mata, satu ibu menyusui dari Desa Mata, satu siswa SD Muhammadiyah Peley Desa Peley, satu siswa SDN Kanali Desa Kanali, serta satu remaja/SMP dari Desa Kanali.
Dari total tersebut, sebanyak 31 orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Totikum Selatan, sedangkan 21 orang lainnya telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut beredar melalui media sosial Facebook milik salah seorang warga. Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian untuk memastikan informasi tersebut.
Kapolsek Totikum Selatan Iptu Niklas membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah warga mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan bersama Kapolsek Totikum Selatan turut menjenguk para korban yang menjalani perawatan di Puskesmas Totikum Selatan.
Sementara itu, awak media juga telah berupaya menghubungi pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan penyaluran makanan MBG.
Namun, pihak pengelola belum dapat memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut karena masih melakukan berbagai kesibukan dan belum dapat memberikan keterangan secara rinci.
Berdasarkan keterangan warga Desa Mata yang dihimpun awak media, pengelola SPPG yang disebut berkaitan dengan penyaluran makanan MBG tersebut adalah Rahma Zaini Dg. Taha, S.E., yang diketahui pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan periode 2019–2024 dari Partai Hanura.
Informasi mengenai pengelola SPPG tersebut juga disebut disampaikan oleh Kapolsek Totikum Selatan saat mendampingi Kapolres Banggai Kepulauan menjenguk para korban.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa kondisi para korban disebabkan oleh makanan MBG, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan dan penjelasan resmi dari instansi berwenang, termasuk terkait makanan yang dikonsumsi para korban.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap, akurat, dan berimbang mengenai kejadian tersebut.
Baca: Pria 64 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah Anggota Polresta Banggai Olah TKP








Komentar