Karakter Kuat Anwar Hafid Memimpin Sulteng: Populis Lewat Implementasi Program BERANI dan Dukungan Birokrasi

Menurutnya, kondisi keuangan daerah dan atmosfer birokrasi yang mendukung, serta antisipasi terhadap dinamika politik ke depan, turut membentuk pendekatannya.

Dua Program Strategis Menonjol

Nuralam menilai, kinerja Gubernur Anwar Hafid paling menonjol terlihat dari dua program strategis yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, yaitu BERANI Cerdas dan BERANI Sehat.

1. BERANI Cerdas: Program ini dinilai berhasil membangun kolaborasi luas dengan seluruh perguruan tinggi di Sulteng, bahkan hingga menggandeng institusi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini dipandang sebagai upaya serius untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah secara berkelanjutan.

2. BERANI Sehat: Pada sektor kesehatan, program ini menghadirkan terobosan signifikan dengan memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Sulteng hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebijakan ini disebut memperkuat peran negara dalam menjamin hak dasar kesehatan rakyat.

“Dari sembilan program BERANI, yang paling mencuat di permukaan saat ini adalah BERANI Cerdas dan BERANI Sehat,” jelas Nuralam.

Arah Kepemimpinan Mulai Terlihat Jelas

Secara keseluruhan, Nuralam menilai kinerja Anwar Hafid menunjukkan peran yang signifikan dalam membangun Sulteng, baik dari sisi kebijakan publik maupun penataan arah pemerintahan.

Ia menjelaskan, arah kepemimpinan itu mulai terlihat melalui langkah penyusunan komposisi baru di tubuh pemerintahan. Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal kuat untuk strategi dan visi yang sedang dibangun, guna memastikan pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan terarah.

“Konsistensinya dalam proses implementasi yang sedang berjalan memang sulit diukur secara penuh, namun penyusunan komposisi baru ini bisa menjadi salah satu rujukan,” katanya.

Selain itu, Anwar juga dinilai aktif membangun jejaring relasi strategis, baik di internal Pemerintah Provinsi maupun dengan lembaga non-struktural. 

Pendekatan ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada penguatan ekosistem pemerintahan yang solid.

“Akan ke mana arah kepemimpinan Pak Anwar dan bagaimana kehadiran relasi beliau dalam ekosistem kekuasaan, termasuk pada lembaga-lembaga non-struktural, menjadi hal yang perlu dilihat,” tandas Nuralam.

Pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus disebut menegaskan komitmen Anwar Hafid pada kepemimpinan yang inklusif, berjejaring, dan berfokus pada keberlanjutan pembangunan Sulteng.

Baca: Gubernur Anwar Hafid Sebut Sinergi Lanal dengan Pemprov Penting Jaga Pertahanan Wilayah di Laut Sulteng

Komentar

News Feed