Gus Ipul juga memberikan enam poin penting yang wajib dijalankan oleh setiap pendamping PKH:
1. Mengikuti pelatihan ground check pemutakhiran DTSEN.
2. Melakukan pembagian wilayah kerja secara profesional.
3. Menjalin komunikasi aktif dengan BPS dan dinas sosial di daerah.
4. Memberikan data yang sebenar-benarnya.
5. Menjaga kondusivitas di lapangan.
6. Menjalankan tugas dengan semangat dan riang gembira.
Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan briefing terhadap BPS di tingkat kabupaten/kota melalui Zoom pada 25 Februari 2025.
BPS juga akan menyelenggarakan pelatihan bagi 33.603 pendamping PKH pada Kamis (26/2/2025).
“Kemudian Jumat ini pelatihan monev (monitoring dan evaluasi), dan setelah itu para pendamping PKH bisa langsung bergerak ke lapangan,” ungkap Amalia.
Kegiatan ground check ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kualitas data DTSEN, sehingga program-program bantuan sosial pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca: Kemensos Sigap Kerahkan Tagana Bantu Korban Longsor di Batam, Gus Ipul: Santunan Sebesar Rp15 Juta








Komentar