Wagub Reny menyikapi kondisi tersebut sebagai bukti bahwa RS Undata kini menjadi pilihan utama masyarakat Sulteng dalam memperoleh layanan kesehatan.
Meningkatnya kepercayaan ini, sambungnya, harus dijawab dengan komitmen nyata peningkatan kualitas layanan melalui penerapan service excellent (pelayanan prima) yang berorientasi pada kepuasan pasien.
“Lewat workshop ini, saya berharap terjadi transformasi budaya pelayanan. RS Undata harus mampu menjawab ekspektasi masyarakat Sulteng yang semakin tinggi di era BERANI Sehat. Dengan service excellent, kita bisa berubah,” tandasnya, seraya mengingatkan agar RS Undata segera berbenah.
Workshop tersebut menghadirkan praktisi komunikasi publik, Muchlis Anwar, sebagai narasumber yang membekali para peserta dengan berbagai strategi komunikasi pelayanan publik.
Turut hadir dalam acara itu Direktur RS Undata, Jumriani, bersama para wakil direktur, pegawai administrasi, serta tenaga medis RS Undata.








Komentar