Seluruh pelaku usaha diminta menjaga kualitas tanpa kompromi, menerapkan standar panen dan sortir yang baik, serta membangun komitmen jangka panjang dalam menjaga kepercayaan pasar.
“Lebih baik tidak mengirim produk, daripada mengirim dan merusak nama daerah. Kepercayaan adalah modal utama dalam perdagangan global,” katanya.
Faradiba menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bertindak cepat dan serius.
“Pasar tidak menunggu yang siap nanti. Pasar hanya memberi ruang kepada mereka yang siap hari ini. Ini saatnya Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah membuktikan diri sebagai bagian dari pemain utama durian dunia,” tandas Faradiba.
Baca: Targetkan Swasembada Durian 2029 Kajari Banggai Bersama Dinas TPHP Menanam Bibit Durian








Komentar